Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia

Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/12/2010), berhasil memilih lima orang untuk menjabat sebagai presidium masa bakti 2010-2015.

Kelima anggota presidium terpilih tersebut adalah Ilham Habibie mendapatkan 410 suara, Sugiharto 231 suara, Marwah Daud Ibrahim 276 suara, Priyo Budi Santoso 271 suara, dan Nanat Fatah Natsir mendapatkan 308 suara.

"Saya berterima kasih kepada tim yang solid dan bekerja keras," kata Ilham Habibie di ruang media sesaat setelah terpilih menjadi presidium ICMI.

Mereka mengalahkan lima calon lainnya, yaitu Azyumardi Azra 192 suara, TA Sani 117 suara, Zoeraini Djamal Irwan 79 suara, Zulkifli Hasan 207 suara, dan Sri Astuti Buchori 137 suara. Sebelumnya satu calon, Muhammad Musa’ad dari Papua, mengundurkan diri.

Muhammad Musa’ad mengundurkan diri sebagai kandidat presidium sekitar pukul 05.30 WIB setelah aspirasi delegasi Orwil Papua agar pemilihan dipercepat karena harus ke bandara untuk pulang pada pukul 07.00 WIB tidak ditanggapi oleh pemimpin sidang. Pemungutan suara molor dari pukul 02.45 WIB dan baru selesai pada pukul 07.30 WIB.

ICMI merupakan organisasi kaum intelektual yang telah berdiri sejak 7 Desember 1990 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Dalam Muktamar I di Malang, BJ Habibie terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum pertama dengan masa bakti 1990-1995.

Pada 1995 ICMI menggelar Muktamar II di Jakarta. BJ Habibie kembali terpilih menjadi ketua umum untuk kedua kalinya dengan masa bakti 1995-2000. Namun, BJ Habibie kemudian meletakan jabatan sebagai Ketua Umum ICMI saat ditunjuk sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto.

Untuk itu dipilih Letjen (purn) Achmad Tirtosudiro, salah seorang pendiri sekaligus salah seorang Ketua ICMI untuk menjadi Ketua Umum Plh.

ICMI melakukan Muktamar III pada 2000 di Jakarta. Adi Sasono terpilih menjadi ketua umum, tetapi kemudian mengundurkan diri pada 2003 untuk mendirikan Partai Politik Merdeka.

Majelis paripurna menyetujui dengan menon-aktifkan Adi dan langsung menunjuk Ketua Dewan Pakar Muslimin Nasution sebagai pejabat sementara Ketua Umum ICMI sampai Muktamar ICMI tahun 2005.

Pada Muktamar 2005 ICMI membentuk kepemimpinan kolegial dengan menunjuk lima orang sebagai presidium. Kelima orang tersebut Marwah Daud Ibrahim, Nanat Fatah Natsir, Hatta Rajasa, Muslimin Nasution, dan Azyumardi Azra memimpin ICMI untuk periode 2005-2010. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.