Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Program 100 hari

Markas Besar Polri telah menggelar Operasi Pekat yang merupakan Program 100 hari pemerintahan Kapolri Baru, Jenderal (Pol) Timur Pradopo dalam memberantas judi, premanisme, dan kejahatan jalanan. Operasi yang digelar 8-28 November tersebut berhasil mengungkap 668 kasus sesuai target operasi dan 3.542 kasus di luar target operasi.

"Berkembang di situasi lapangan 3.542 kasus. Paling banyak premanisme," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/12/2010).

Dikatakan Iskandar, dari sejumlah kasus tersebut berhasil diamankan 906 orang tersangka sesuai target operasi dan 6.130 orang di luar target operasi. Diantara ribuan tersangka tersebut, kata Iskandar, terdapat 1.170 orang anak yang terlibat premanisme.

"Anak-anak dari premanisme 1.170 orang, anak-anak terlibat street crimes (kejahatan jalanan) 209 orang, judi 241 orang," katanya. Iskandar juga mengungkapkan, kejahatan premanisme, judi, dan kejahatan jalanan juga dilakukan sebagian perempuan. Melalui operasi pekat diamankan 1059 orang perempuan yang terlibat premanisme, 161 orang yang terlibat judi, dan 337 orang dalam kejahatan jalanan.

"Diamankan juga barang bukti uang total Rp 1,2 miliar, senjata api 18 pucuk, senjata tajam 257 pucuk, dan kendaraan bermotor 454 unit," ungkap Iskandar.

Operasi yang digelar di sejumlah kota besar tersebut juga mengidentifikasi bahwa kejahatan premanisme, judi, dan kejahatan jalanan paling menonjol dilakukan pada pukul 24.00-06.00 pagi di sejumlah tempat rawan kejahatan seperti terminal, pertokoan atau pasar. "Premanisme paling rawan di terminal. Harus diwaspadai masyarakat," imbuh Iskandar. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Program 100 hari.