Noa Mintz Orang kaya Dengan Usia Muda
Baru berusia 15 tahun, gadis asal New York ini telah memiliki sebuah start-up sukses. Entrepreneur yang masih belia itu bernama Noa Mintz. Dia adalah pendiri dari Nannies by Noa, sebuah agensi pengasuh anak yang populer di Amerika. Noa terpikir untuk membuka bisnis tersebut setelah mengalami beberapa pengalaman buruk dengan baby sitter.
Tetapi karena sekarang Noa masih sibuk sekolah, dia pun membutuhkan bantuan orang lain untuk menangani bisnisnya. Dia kemudian mengangkat seorang CEO untuk menangani perusahaannya. Tanggung jawab sebagai CEO awalnya dipegang sepenuhnya oleh Noa, tetapi karena kesibukan di sekolah semakin meningkat, dia pun terpaksa mendelegasikan tugas itu kepada orang lain. Perusahaannya sekarang melayani hampir 200 klien, serta menyediakan pengasuh anak dan asisten rumah tangga full-time.
Segalanya dimulai tiga tahun lalu, ketika Noa, yang masih duduk di kelas 6, menghabiskan liburan musim panasnya dengan magang di sebuah agensi pengasuh anak. Noa yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara memiliki pengalaman cukup banyak dalam pengasuhan anak. Dia menyadari bahwa harus ada cara yang lebih baik untuk menyediakan pengasuh yang tepat untuk sebuah keluarga.
"Saya menemukan bahwa betapa menyenangkannya mengenal banyak keluarga dan memahami kebutuhan mereka. Dan kemudian menentukan babysitter yang cocok untuk mereka," terangnya kepada TODAY. Pada bulan Juli tahun lalu, Noa mengangkat Allison Johnson untuk mengawasinya bisnisnya setiap hari, sementara dia menikmati tahun pertamanya di SMA. Allison, 26, bekerja di sebuah kantor sewaan di Midtown Manhattan.
Noa memutuskan untuk mengangkat Allison karena tugas sekolahnya semakin menumpuk. Dan dia bukan termasuk siswa yang sering mendapatkan nilai A. Dalam satu tahun terakhir, bisnis Noa telah berkembang hampir tiga kali lipat.
Mereka yang bekerja sebagai pengasuh anak juga tertarik untuk melamar di perusahaan Noa. "Noa mewawancarai saya di telepon. Saya tidak tahu dia masih kecil," kata Dahlia Weinstein, 37, yang sudah 10 tahun menjadi pengasuh anak. "Saya merasa kagum - dia berbicara dengan sangat baik."
Orang tua Noa mengatakan bahwa mereka tidak terkejut dengan kesuksesan putri mereka. Dia telah menunjukkan bakatnya di bisnis sejak usia belia, ketika dia mengikuti sebuah kelas seni. "Saya membebaskannya untuk melakukan itu, asalkan dia tetap mengerjakan semua pekerjaan sekolahnya," kata ibu Noa, Meredith Berkman.
Meskipun perusahaannya telah menghasilkan banyak uang, Noa tidak menghamburkan uang yang didapatnya. Sebaliknya, dia lebih memilih untuk menginvestasikan semua uangnya pada bisnisnya. Saat ini, perusahaan Nannies by Noa memiliki 25 pengasuh full-time dan 50 babysitter. The New York Post bahkan sempat menghitung berapa pemasukan Noa dari bisnisnya. Mereka memperkirakan pendapatan Noa sekitar USD USD 375.000 (sekitar Rp 4,8 miliar) per tahun.
Noa memang telah merasakan kesuksesan di usia sangat muda, namun dia tidak hanya ingin berhenti di situ. Dia memiliki ide untuk bisnis lain yang ingin dibangunnya setelah tamat sekolah. "Pertama saya harus menyelesaikan kulia dan kemudian membangun perusahaan lain. Lihat saja," tandas Noa.
Tetapi karena sekarang Noa masih sibuk sekolah, dia pun membutuhkan bantuan orang lain untuk menangani bisnisnya. Dia kemudian mengangkat seorang CEO untuk menangani perusahaannya. Tanggung jawab sebagai CEO awalnya dipegang sepenuhnya oleh Noa, tetapi karena kesibukan di sekolah semakin meningkat, dia pun terpaksa mendelegasikan tugas itu kepada orang lain. Perusahaannya sekarang melayani hampir 200 klien, serta menyediakan pengasuh anak dan asisten rumah tangga full-time.
Segalanya dimulai tiga tahun lalu, ketika Noa, yang masih duduk di kelas 6, menghabiskan liburan musim panasnya dengan magang di sebuah agensi pengasuh anak. Noa yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara memiliki pengalaman cukup banyak dalam pengasuhan anak. Dia menyadari bahwa harus ada cara yang lebih baik untuk menyediakan pengasuh yang tepat untuk sebuah keluarga.
"Saya menemukan bahwa betapa menyenangkannya mengenal banyak keluarga dan memahami kebutuhan mereka. Dan kemudian menentukan babysitter yang cocok untuk mereka," terangnya kepada TODAY. Pada bulan Juli tahun lalu, Noa mengangkat Allison Johnson untuk mengawasinya bisnisnya setiap hari, sementara dia menikmati tahun pertamanya di SMA. Allison, 26, bekerja di sebuah kantor sewaan di Midtown Manhattan.
Noa memutuskan untuk mengangkat Allison karena tugas sekolahnya semakin menumpuk. Dan dia bukan termasuk siswa yang sering mendapatkan nilai A. Dalam satu tahun terakhir, bisnis Noa telah berkembang hampir tiga kali lipat.
Dia awalnya mengenakan biaya USD 100 (Rp 1,2 juta) sampai USD 200 (Rp 2,5 juta) per bulan untuk sewa pengasuh anak, karena dia ingin mendapatkan kepercayaan dari kliennya.
Mereka yang bekerja sebagai pengasuh anak juga tertarik untuk melamar di perusahaan Noa. "Noa mewawancarai saya di telepon. Saya tidak tahu dia masih kecil," kata Dahlia Weinstein, 37, yang sudah 10 tahun menjadi pengasuh anak. "Saya merasa kagum - dia berbicara dengan sangat baik."
Orang tua Noa mengatakan bahwa mereka tidak terkejut dengan kesuksesan putri mereka. Dia telah menunjukkan bakatnya di bisnis sejak usia belia, ketika dia mengikuti sebuah kelas seni. "Saya membebaskannya untuk melakukan itu, asalkan dia tetap mengerjakan semua pekerjaan sekolahnya," kata ibu Noa, Meredith Berkman.
Meskipun perusahaannya telah menghasilkan banyak uang, Noa tidak menghamburkan uang yang didapatnya. Sebaliknya, dia lebih memilih untuk menginvestasikan semua uangnya pada bisnisnya. Saat ini, perusahaan Nannies by Noa memiliki 25 pengasuh full-time dan 50 babysitter. The New York Post bahkan sempat menghitung berapa pemasukan Noa dari bisnisnya. Mereka memperkirakan pendapatan Noa sekitar USD USD 375.000 (sekitar Rp 4,8 miliar) per tahun.
Noa memang telah merasakan kesuksesan di usia sangat muda, namun dia tidak hanya ingin berhenti di situ. Dia memiliki ide untuk bisnis lain yang ingin dibangunnya setelah tamat sekolah. "Pertama saya harus menyelesaikan kulia dan kemudian membangun perusahaan lain. Lihat saja," tandas Noa.