Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara (USU) diperkirakan akan kehilangan pendapatan Rp1,8 miliar per tahun jika jalur penerimaan mahasiswa mandiri dihentikan. ”Setiap tahun USU menerima mahasiswa jalur mandiri sekitar 300 orang dan biaya kuliah untuk jalur mandiri paling rendah berkisar Rp6 juta per tahun per siswa,” ujar Kepala Humas USU Bisru Hafi kepada wartawan, kemarin. Bisru mengatakan, biaya kuliah Rp6 juta per tahun itu ditetapkan untuk Fakultas Hukum sedangkan Rp50 juta biaya kuliah Fakultas Kedokteran. Dia mengatakan, dana dari jalur mandiri dianggap sebagai salah satu pemasukan USU. Belum lagi dari biaya awal kuliah yang mencapai Rp3 juta–Rp5 juta. Jika jalur mandiri distop, maka USU akan kehilangan pemasukan sebesar Rp1,8 miliar per tahun.
”Untuk 2011 ini USU masih membuka jalur mandiri. Kami masih mengikuti aturan saja,”ucapnya. Begitupun kata Bisru, pihaknya tetap akan mempertimbangkan peraturan yang telah dibuat Kemendikas.“ Kami masih mempertimbangkan apakah akan menutup jalur mandiri atau tidak, sebab penerimaan mahasiswa baru akan berlangsung di bulan Juni mendatang,” sebut Bisru. Sebelumnya, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menyatakan bahwa pada 2012 perguruan tinggi tidak lagi dibolehkan membuka jalur mandiri. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia (APTISI) Bahdin Nur Tanjung mengatakan, dengan penutupan jalur mandiri, maka Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan kembali kepada fungsinya. Selain itu, ucapnya, kualitas PTN juga akan semakin meningkat.
”Untuk apa PTN mencari uang? Pemerintah sudah menyiapkan dana untuk pendidikan, membayar gaji dosen, anggaran peralatan, dan lainnya,”katanya. Di samping itu, lanjutnya, penutupan jalur mandiri juga bisa berdampak positif terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Dia mengatakan, minat calon mahasiswa ke PTS akan semakin meningkat. Dengan demikian, lanjut dia, PTS juga akan meningkatkan kualitas, baik SDM dan sarana prasarana. Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Mahrizal Masri mengatakan, kehadiran jalur mandiri justru bisa mematikan PTS-PTS.”Sudah banyak PTS yang goyang akibat kehadiran jalur mandiri,” katanya tanpa merinci jumlah PTS yang sudah hampir tutup di Sumut.
Seperti diberitakan, meskipun sejumlah perguruan tinggi (PT) negeri, seperti Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah menutup jalur mandiri pada 2011-2012,USU masih membuka jalur mandiri pada tahun ajaran yang sama. Sementara itu, Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Selamat Triono menyebutkan Unimed tidak pernah membuka penerimaan mahasiswa untuk jalur mandiri. Selamat yang juga Ketua Panitia Lokal Pelaksanaan SNMPTN Unimed, menyebutkan, tahun ini pihaknya menerima sebanyak 2.492 mahasiswa baru melalui ujian seleksi nasional.
“Sebanyak 2.492 mahasiswa baru tersebut merupakan 60% dari keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima diperkirakan mencapai 4.500 mahasiswa,”kata Selamat. Dijelaskan Selamet, 2.492 mahasiswa baru yang akan diterima melalui seleksi nasional tersebut sebagian besar melalui ujian tulis SNMPTN(50%) danmelaluijalurundangan (10%) dari total keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Universitas Sumatera Utara.
”Untuk 2011 ini USU masih membuka jalur mandiri. Kami masih mengikuti aturan saja,”ucapnya. Begitupun kata Bisru, pihaknya tetap akan mempertimbangkan peraturan yang telah dibuat Kemendikas.“ Kami masih mempertimbangkan apakah akan menutup jalur mandiri atau tidak, sebab penerimaan mahasiswa baru akan berlangsung di bulan Juni mendatang,” sebut Bisru. Sebelumnya, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menyatakan bahwa pada 2012 perguruan tinggi tidak lagi dibolehkan membuka jalur mandiri. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia (APTISI) Bahdin Nur Tanjung mengatakan, dengan penutupan jalur mandiri, maka Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan kembali kepada fungsinya. Selain itu, ucapnya, kualitas PTN juga akan semakin meningkat.
”Untuk apa PTN mencari uang? Pemerintah sudah menyiapkan dana untuk pendidikan, membayar gaji dosen, anggaran peralatan, dan lainnya,”katanya. Di samping itu, lanjutnya, penutupan jalur mandiri juga bisa berdampak positif terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Dia mengatakan, minat calon mahasiswa ke PTS akan semakin meningkat. Dengan demikian, lanjut dia, PTS juga akan meningkatkan kualitas, baik SDM dan sarana prasarana. Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Mahrizal Masri mengatakan, kehadiran jalur mandiri justru bisa mematikan PTS-PTS.”Sudah banyak PTS yang goyang akibat kehadiran jalur mandiri,” katanya tanpa merinci jumlah PTS yang sudah hampir tutup di Sumut.
Seperti diberitakan, meskipun sejumlah perguruan tinggi (PT) negeri, seperti Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah menutup jalur mandiri pada 2011-2012,USU masih membuka jalur mandiri pada tahun ajaran yang sama. Sementara itu, Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Selamat Triono menyebutkan Unimed tidak pernah membuka penerimaan mahasiswa untuk jalur mandiri. Selamat yang juga Ketua Panitia Lokal Pelaksanaan SNMPTN Unimed, menyebutkan, tahun ini pihaknya menerima sebanyak 2.492 mahasiswa baru melalui ujian seleksi nasional.
“Sebanyak 2.492 mahasiswa baru tersebut merupakan 60% dari keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima diperkirakan mencapai 4.500 mahasiswa,”kata Selamat. Dijelaskan Selamet, 2.492 mahasiswa baru yang akan diterima melalui seleksi nasional tersebut sebagian besar melalui ujian tulis SNMPTN(50%) danmelaluijalurundangan (10%) dari total keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Universitas Sumatera Utara.