Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dinas Bina Marga

Belum maksimalnya perbaikan jalan dan drainase di Kota Medan ternyata disebabkan buruknya database mengenai infrastruktur itu di Dinas Bina Marga. Instansi ini pun didesak untuk segera menyempurnakannya agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis meminta Dinas Bina Marga segera menyiapkan database jalan dan drainase yang sebenarnya sudah dua tahun dikerjakan.Dari databaseitu, penangan jalan dan drainase dipastikan lebih mudah. Pemko akan gampang mengetahui jalan yang rusak parah, berlobang, butuh perawatan, tersumbat, penanganan fokus, dan lainnya. Pengerjaan pun tidak itu-itu saja.“(Data) jangan jadi output, tapi jadi out come,”jelas Syaiful, kemarin. Dia meminta Dinas Bina Marga mengubah pola berpikir dan mulai bekerja lebih baik. Sebab infrastruktur Kota Medan merupakan salah satu program prioritas tahun ini.

“Lakukan yang terbaik,konsisten dan fokus agar infrastruktur semakin maksimal,”tambahnya. Sementara itu,Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga Kota Medan Dahrunt mengatakan, database sudah disiap dan beberapa data penting, seperti ruas jalan, ruang jalan, drainase, dan peta sudah dimasukkan, begitu juga beberapa peraturan terkait. Kendalanya saat ini pengelola data itu belum ada, sehingga tidak lengkap.“ Database sudah ada dan dibuat hanya saja pengelolanya belum ada.

Inilah sedang disiapkan stafnya menunggupersetujuankadis,” jelasnya. Akibat pengelolaan data yang buruk, masyarakat luas sulit mengetahuinya mana saja jalan yang akan dikerjakan dan belum dikerjakan. Dahrunt memaparkan, semuanya akan maksimal dalam waktu dekat.“ Beberapa hari ke depan semuanya sudah baik. Hanya itu saja persoalannya, karena kami juga sudah sampaikan ke Bappeda,”tandasnya. Demikian catatan online Blogger Indonesia tentang Dinas Bina Marga.