Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) akan digelar di Hotel Tiara Medan, Rabu–Jumat (23-25/2) mendatang. Kegiatan ini fokus membahas keunggulan, penerapan ilmu pengetahuan teknologi kedokteran (iptekdok), kualitas dokter, dan pelayanan rumah sakit untuk meningkatkan daya saing dokter dan pelayanan rumah sakit Indonesia. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PERSI dr Syaiful Bahri SpM, kualitas dokter dan pelayanan rumah sakit menjadi pokok bahasan Rakernas PERSI 2011 agar kompetisi rumah sakit Indonesia bisa berkompetisi dengan rumah sakit luar negeri. Syaiful tidak memungkiri masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Padahal katanya, peralatan dan dokter yang ada di Indonesia tidak kalah hebat dengan yang di luar negeri.
“Banyak penyebab orang berobat ke luar negeri. Masalah utama di kita pelayanan kurang maksimal. Padahal alat-alat kedokteran yang canggih sebenarnya kita punya,” papar Syaiful. Padahal, sebut Ketua PERSI Sumatera Utara Dr Sjahrial R Anas, semestinya setiap dokter dan rumah sakit memberi pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Hal itu sesuai Undang- Undang No 44/2009 tentang Rumah Sakit dan Undang Undang No 29/2004 tentang Praktek Kedokteran. Sjahrial menegaskan bahwa di undang-undang itu disebutkan bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Kata Sjahrial,untuk mendapatkan pelayanan prima sesuai tuntutan dan harapan masyarakat, rumah sakit harus didukung sarana dan prasarana seperti alat-alat medis yang update, sember daya manusia yang berkualitas, dana yang tersedia, dan administrasi yang sesuai standar. “Di sinilah dituntut kesadaran seluruh stakeholder atau pemilik yayasan sehingga timbul kemampuan berkompetisi menghadapi rumah sakit dan dokter asing,” paparnya. Kata Sjahrial, pada akhir 2010 lalu devisa negara yang lari ke luar negeri karena masyarakat berobat ke luar negeri mencapai Rp200 triliun. Jumlah itu meningkat Rp130 triliun dibanding 2004 yang hanya Rp70 triliun. “Itulah sebabnya di Rakernas XI mendatang lebih memfokuskan pada peningkatan kualitas dengan mencapai sandar internasional,” tandas Sjahrial.
Di antaranya, peningkatan kompetensi dokter melalui kredensial dan rekredensialing dokter di rumah sakit, strategi menyikapi tuntutan hukum dari masyarakat terhadap dokter, asuhan keperawatan, dan etika keperawatan. “Begitu pula menghadapi disaster gagal ginjal, penanganan kedaruratan jantung, pelayanan kesehatan gigi, strategi pemakaian obat secara efektif, efisiensi di rumah sakit, terutama unit kesehatan khusus, seperti kamar bedah, Unit Pelayanan Insentif, dan hal-hal lain yang aktual masa kini untuk dibahas,” katanya. Rakernas dijadwalkan dibuka Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho dengan keynote speaker Menteri Kesehatan RI diwakili Dirjen Pelayanan Kesehatan. Panitia juga mendatangkan narasumber luar negeri, di antaranya dari India Dr Abishek Parolia (ahli gigi) dan pembicara dari Jakarta dan Medan.
Ketua Seksi Seminar dan Workshop dr Retno Devi menambahkan, seminar diikuti 235 peserta, workhop keperawatan diikuti 55 orang, workshop gigi 175 orang,dan workshop hemodialisis sebanyak 30 orang dari seluruh Indonesia. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
“Banyak penyebab orang berobat ke luar negeri. Masalah utama di kita pelayanan kurang maksimal. Padahal alat-alat kedokteran yang canggih sebenarnya kita punya,” papar Syaiful. Padahal, sebut Ketua PERSI Sumatera Utara Dr Sjahrial R Anas, semestinya setiap dokter dan rumah sakit memberi pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. Hal itu sesuai Undang- Undang No 44/2009 tentang Rumah Sakit dan Undang Undang No 29/2004 tentang Praktek Kedokteran. Sjahrial menegaskan bahwa di undang-undang itu disebutkan bahwa rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Kata Sjahrial,untuk mendapatkan pelayanan prima sesuai tuntutan dan harapan masyarakat, rumah sakit harus didukung sarana dan prasarana seperti alat-alat medis yang update, sember daya manusia yang berkualitas, dana yang tersedia, dan administrasi yang sesuai standar. “Di sinilah dituntut kesadaran seluruh stakeholder atau pemilik yayasan sehingga timbul kemampuan berkompetisi menghadapi rumah sakit dan dokter asing,” paparnya. Kata Sjahrial, pada akhir 2010 lalu devisa negara yang lari ke luar negeri karena masyarakat berobat ke luar negeri mencapai Rp200 triliun. Jumlah itu meningkat Rp130 triliun dibanding 2004 yang hanya Rp70 triliun. “Itulah sebabnya di Rakernas XI mendatang lebih memfokuskan pada peningkatan kualitas dengan mencapai sandar internasional,” tandas Sjahrial.
Sekretaris Panitia dr Syaiful M Sitompul didampingi dr Retno Devi (Ketua Seksi Seminar dan Workshop) dan dr Jamaludin MHA MARS (Ketua Seksi Acara/Humas) menambahkan, beberapa isu penting yang dibahas adalah peningkatan keunggulan dan penerapan iptekdok. Semua menjadi bahan seminar dan workshop yang juga akan diramaikan 28 stan Medan Hospital Expo. Topik seminar dan workshop ini dipilih terkait upaya peningkatan kinerja rumah sakit.
Di antaranya, peningkatan kompetensi dokter melalui kredensial dan rekredensialing dokter di rumah sakit, strategi menyikapi tuntutan hukum dari masyarakat terhadap dokter, asuhan keperawatan, dan etika keperawatan. “Begitu pula menghadapi disaster gagal ginjal, penanganan kedaruratan jantung, pelayanan kesehatan gigi, strategi pemakaian obat secara efektif, efisiensi di rumah sakit, terutama unit kesehatan khusus, seperti kamar bedah, Unit Pelayanan Insentif, dan hal-hal lain yang aktual masa kini untuk dibahas,” katanya. Rakernas dijadwalkan dibuka Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho dengan keynote speaker Menteri Kesehatan RI diwakili Dirjen Pelayanan Kesehatan. Panitia juga mendatangkan narasumber luar negeri, di antaranya dari India Dr Abishek Parolia (ahli gigi) dan pembicara dari Jakarta dan Medan.
Ketua Seksi Seminar dan Workshop dr Retno Devi menambahkan, seminar diikuti 235 peserta, workhop keperawatan diikuti 55 orang, workshop gigi 175 orang,dan workshop hemodialisis sebanyak 30 orang dari seluruh Indonesia. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).