Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presiden Bahas Rencana Renovasi Makam Gus Dur

Pemerintah akan mengalokasikan dana Rp180 miliar untuk merenovasi lingkungan sekitar area makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Renovasi ini secara khusus dibahas dalam rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin.

Saya minta kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) untuk kita pikirkan bersama supaya pembangunan kawasan di sekitar makam Presiden Abdurrahman Wahid harus juga mendapatkan atensi dari negara, tandas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum membuka rapat bersama beberapa menteri itu. Menko Kesra Agung Laksono menegaskan, renovasi hanya akan dilakukan di lingkungan sekitar makam dan bukan bangunan makamnya.”

Sesuai adat istiadat Nahdlatul Ulama (NU) dan permintaan keluarga, makam tidak dibangun, hanya dirapikan,” ungkap Agung saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden kemarin. Agung menambahkan, renovasi dilakukan agar pengunjung yang berziarah ke makam Gus Dur semakin merasa nyaman. Selain merapikan lingkungan makam, pemerintah juga akan melengkapi kompleks pemakaman dengan berbagai fasilitas seperti tempat parkir, toilet,museum, tempat istirahat, perpustakaan, kamar mandi, souvenir, serta pagar.

Guna membuat pengunjung semakin nyaman, pemerintah bahkan akan memperbaiki infrastruktur di Kabupaten Jombang. Dana pembangunan infrastruktur tersebut akan dibagi secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah pusat dan Pemkab Jombang (Pembangunan) dilaksanakan tahun ini bertahap. Anggaran belum bisa dipastikan karena dalam pembahasan, tapi sudah sepakat tahun ini juga untuk dilakukan perbaikan makam Gus Dur, tambah Agung. Upaya merapikan lingkungan makam Gus Dur ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada Presiden RI keempat tersebut. Terlebih, di kompleks makam itu terdapat dua pahlawan nasional lainnya yakni pendiri NU KH Hasyim Asy’ari serta anaknya, Wahid Hasyim.

Agung mengatakan, dalam proses renovasi, pemerintah akan mendengarkan saran dari publik serta pihak lain. Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan kajian untuk melihat mana yang didahulukan, prosesnya bertahap disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara, ujar Agung. Seperti diketahui, sejak Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 lalu, lingkungan makamnya di Pesantren Tebuireng setiap hari selalu dikunjungi ribuan peziarah. Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Sholahuddin Wahid dalam suatu kesempatan mengatakan, ratarata setiap hari jumlah pengunjung makam Gus Dur mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.