Jakarta Banjir, Gerbang Type Approval Terjebak
Hari ini tepatnya tanggal 27 September 2010 saya pergi ke Jakarta, tepatnya di daerah Sudirman dan Thamrin. Tadi sor di sekitar Tugu Monas terjadi hujan cukup lebat, karena tidak membawa jas hujan, terpaksa saya menunggu hujan reda. Ehhh.... sampai pukul 05:00 sore hujan belum juga reda, ya terpaksa saya ngopi di warung sampai tiga kali bersama teman saya, karena saya menunggu hujan redanya di warung kopi.
Pada waktu adzan magrib berkumandang, hujan pun belum juga reda, aduh bagaimana ini? Bisa-bisa terjadi banjir, celoteh kawan saya yang sedang menunggu hujan reda juga.
Kayaknya sich begitu jo, kalau setengah jam lagi hujan belum juga reda, pasti jalan Thamrin sampai jalan Sudirman banjir dan pesanan tetangga kontrakanku yaitu BAN GT RADIAL jadi telat ngasihnya nich. Setelah tiga puluh menit kemudian hujan pun belum juga reda, aduh gimana ni jo, tanya Gerbang Type Approval (nama samaran) kepada Paijo.
Iya mau gimana lagi, orang hujan belum reda ya kita terpaksa nunggu sampai reda, kamu mau seluruh isi dalam tas kamu yang berisi dokumen penting basah semua? Jawab Paijo kepada Gerbang Type approval.
Coba lihat ke jalan raya Jo, siapa tahu banjir sudah datang dan kita terjebak di kantor? Celoteh saya sambil menyuruh paijo. Paijo pun segera memanggil ojek payung untuk melihat ke jalan raya. Beberapa menit kemudian Paijo kembali sambil berkata kepada saya, gawat Bang, ternyata benar dugaan kamu, air sudah menggenangi jalanan, celoteh Paijo kepada saya. Waduh kita terjebak nich Jo, kalau kita di sini terus, bisa-bisa sampai pagi kita tidak bisa pulang.
Begini saja Bang, tas kita yang berisi dokumen penting kita tinggal di kantor, terus kita pulang lewat jalan belakang saja, sekitar tanah Abang pasti belum banjir, tapi kalau setengah jam lagi pasti banjir, gimana Bang? Okey lah kalau begitu Jo, dari pada terjebak banjir terlalu lama pastinya akan menyusahkan kita nantinya.
Terus Paijo dan Gerbang Type Approval masuk lagi kedalam kantor untuk meletakan tas yang berisi dokumen, setelah itu mereka bergegas pulang. Demikian cerita dari Gerbang Type Approval yang berjudul Jakarta Banjir, Gerbang Type Approval Terjebak, semoga anda tidak akan mengalami terjebak karena banjir.
Kayaknya sich begitu jo, kalau setengah jam lagi hujan belum juga reda, pasti jalan Thamrin sampai jalan Sudirman banjir dan pesanan tetangga kontrakanku yaitu BAN GT RADIAL jadi telat ngasihnya nich. Setelah tiga puluh menit kemudian hujan pun belum juga reda, aduh gimana ni jo, tanya Gerbang Type Approval (nama samaran) kepada Paijo.
Iya mau gimana lagi, orang hujan belum reda ya kita terpaksa nunggu sampai reda, kamu mau seluruh isi dalam tas kamu yang berisi dokumen penting basah semua? Jawab Paijo kepada Gerbang Type approval.
Coba lihat ke jalan raya Jo, siapa tahu banjir sudah datang dan kita terjebak di kantor? Celoteh saya sambil menyuruh paijo. Paijo pun segera memanggil ojek payung untuk melihat ke jalan raya. Beberapa menit kemudian Paijo kembali sambil berkata kepada saya, gawat Bang, ternyata benar dugaan kamu, air sudah menggenangi jalanan, celoteh Paijo kepada saya. Waduh kita terjebak nich Jo, kalau kita di sini terus, bisa-bisa sampai pagi kita tidak bisa pulang.
Begini saja Bang, tas kita yang berisi dokumen penting kita tinggal di kantor, terus kita pulang lewat jalan belakang saja, sekitar tanah Abang pasti belum banjir, tapi kalau setengah jam lagi pasti banjir, gimana Bang? Okey lah kalau begitu Jo, dari pada terjebak banjir terlalu lama pastinya akan menyusahkan kita nantinya.
Terus Paijo dan Gerbang Type Approval masuk lagi kedalam kantor untuk meletakan tas yang berisi dokumen, setelah itu mereka bergegas pulang. Demikian cerita dari Gerbang Type Approval yang berjudul Jakarta Banjir, Gerbang Type Approval Terjebak, semoga anda tidak akan mengalami terjebak karena banjir.