Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kematian Ayam Yang Positif Terkena Flu Burung

Kematian ayam yang positif terkena flu burung ditemukan di Kabupaten Barito Timur dan Murung Raya, Kalimantan Tengah. Antisipasi terhadap meluasnya wabah flu burung telah dilakukan dengan memblokir lokasi-lokasi kematian ayam.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng , Tute Lelo di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (30/6/2011), mengatakan, kepastian mengenai flu burung tersebut diketahui sekitar dua pekan lalu berdasarkan hasil dari Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Banjar Baru di Kalimantan Selatan.

Kematian ayam yang positif terkena flu burungSemua ayam di lokasi unggas yang positif terkena flu burung langsung dimusnahkan. Blokir titik kematian ayam dilakukan dengan radius hingga kilometer (km). Akan tetapi, Tute tidak dapat menyebutkan desa-desa yang menjadi lokasi matinya ayam -ayam itu. Ia juga tak bisa menyebutkan jumlah ayam yang mati.

Dugaan munculnya flu burung bermula ketika sekitar 4.000 ayam ditemukan mati mendadak di Kabupaten Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, dan Kota Palangkaraya pada akhir Mei 2011. Sebagian besar ternak yang mati adalah ayam kampung.

Hasil uji terhadap ayam-ayam yang mati selain di Kabupaten Barito Timur dan Murung Raya tidak menunjukkan penyakit flu burung. "Hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan di Barito Timur dan Murung Raya. Kami lihat terus perkembangan di kedua kabupaten itu," kata Tute.

Rusmawati (49), peternak di Des a Sigi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, mengatakan, ia merasa waswas dengan adanya unggas yang positif terkena flu burung. Apalagi, di desa itu sudah ditemukan sejumlah ayam yang mati mendadak sejak sebulan terakhir.

Hari ini sehat, besok mati. Jumlahnya saya tak tahu pasti. Ada peternak yang kehilangan dua, tiga, hingga 10 ekor, bahkan habis ayamnya, kata Rusmawati. Karena itu, ia berusaha menjaga kesehatan unggasnya. Kandang dibersihkan setiap hari dengan sapu lidi dan disiram. Air minum juga diganti setiap hari.

Rusmawati yang memiliki hampir 40 ayam berharap, pemerintah daerah (pemda) setempat bisa cepat menangani kasus flu burung di Kalteng. Jika perlu, pemda mendistribusikan obat-obatan untuk peternak. Ia menambahkan, di Desa Sigi juga ada beberapa peternak babi dan itu menambah kekhawatirannya.

"Saya pernah dengar dulu flu babi sempat merebak. Kalau kena manusia katanya lebih parah. Kalau ada pembagian obat dari pemda, saya dengan senang hati mau menerimanya," ujar Rusmawati.

Menurut Aman (41), peternak di Desa Pilan g, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, peternak harus memberikan vaksin kepada ayamnya agar tidak terjangkit flu burung. Peternak yang memiliki sekitar 5.500 ayam itu menambahkan, kebersihan kandang juga harus dijaga. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Kematian ayam yang positif terkena flu burung.