Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daging Dari Kotoran Manusia

Daging Dari Kotoran Manusia merupakan penemuan dari penelitian para ahli yang berasal dari Jepang. Daging tersebut berbentuk sintetis, yang menjadi pertanyaan Blogger Indonesia, apakah aman produk tersebut bagi kesehatan kita? Walaupun produk tersebut misalnya dinyatakan aman dan bergizi, terus terang saya sendiri ora kolu (tidak sanggup memakannya) kalau tahu produk tersebut berasal dari kotoran manusia.

Tapi kalau misalkan saya tidak tahu asal muasal bahan produk tersebut, kemungkinan besar saya sendiri juga mau, kalau ada yang nawarin hehehe. Tapi tenang saja bagi yang suka dengan produk daging sintesis yang berasal dari kototan manusia itu, menurut informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber bahwa produk tersebut dinyatakan aman untuk di konsumsi "menurut para ahli".

Untuk lebih amannya produk tersebut untuk dikonsumsi, sebaiknya anda memasaknya terlebih dahulu, kenapa? Ya untuk mematikan bakteri beracun di dalamnya. Ajuran dari profesor keamanan makanan dari Kansas State University yang bernama Douglas Powell pun menyarankan agar memasak produk tersebut sebelum dikonsumsi.

Daging Dari Kotoran ManusiaUntuk membuat daging sintetis ini, peneliti Jepang memisahkan protein dari bakteri dalam kotoran. Daging kotoran ini dihasilkan dengan mengekstrak kandungan dasar makanan, seperti karbohidrat, protein, dan lemak dalam kotoran dan mengombinasikan zat-zat itu kembali.

Daging sintetis yang dihasilkan terdiri dri 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, tiga persen lemak, dan sembilan persen mineral. Protein dari kedelai ditambahkan dalam proses pembuatan untuk menambah rasa dan warna daging sintetis ini agar tampak lebih merah. Bagaimana, apakan anda sekarang tertarik ingin mencoba daging kotoran yang berasal dari manusia?

Dalam metode pembuatan daging sintesis yang dikerjakan oleh para ahli Jepang tersebut, Douglas Powell sendiripun mengaku tak memahami metode yang digunakan oleh ilmuan Jepang dalam menemukan daging sintetis ini. Tapi dia memperkirakan para ahli Jepang itu memanaskan kotoran terlebih dahulu sebelum mengolahnya.

Menurut Douglas Powell, memakan daging sintetis ini sama halnya memakan tanaman yang dipupuk, sebab nutrisi dalam kotoran itu sama dengan yang terkandung dalam tanaman tersebut. Dan secara teori pun tidak ada yang salah dengan daging sintetis ini.

Profesor keamanan makanan dari Kansas State University pun menyatakan bahwa daging tersebut sangat aman untuk dikonsumsi. Tapi yang jelas ada faktor menjijikan tentunya. Bagaimana kalau daging sintesis tersebut dimasak terlebih dahulu, apakah Blogger Indonesia mau memakan produk tersebut? Tetap saya tidak mau memakannya. Bagaimana dengan anda?