Penjadwalan Paket Secara Hierarcical
Selamat datang di blog agustomo, pada postingan sebelumnya membahas tentang Jaringan HONEYPOT dan kali ini saya akan membahas tentang Penjadwalan paket secara hierarcical. Alokasi link-sharing bisa dikonfigurasi statis atau dinamis. Tujuan pertama dari penerapan linksharing adalah setiap kelas akan mendapat bandwidth yang dialokasikan, dalam beberapa interval waktu tertentu, saat waktu congestion. Untuk kelas dengan alokasi link-sharing 0 seperti FTP, bandwidth yang diterima ditentukan oleh mekanisme penjadwal pada gateway dan mekanisme link-sharing tidak “menjamin” bandwidth untuk kelas tersebut dalam kondisi trafik penuh. Tujuan kedua adalah ketika beberapa kelas tidak menggunakan alokasi bandwidth, distribusi dari kelebihan bandwidth antar kelas lain tidak boleh berubah-ubah tetapi mengikuti aturan tertentu. Floyd dan Jacobson mendefinisikan tujuan dari link-sharing:
Apabila nilai ceil sama dengan nilai base rate, maka kelas-kelas tidak diijinkan untuk meminjam bandwidth. Sedangkan jika nilai ceil diset dengannilai tak terbatas atau dengan nilai yang lebih tinggi seperti kecepatan link yang dimiliki, makaakan didapat fungsi yang sama seperti kelas nonbounded. Sebagai contoh, seseorang dapatmenjamin bandwidth 1 Mbit untuk suatu kelas, dan mengijinkan penggunaan bandwidth sampai dengan 2 Mbit pada kelas tersebut apabila link dalam keadaan idle.
Deadline digunakan untuk mencapai tujuan real-time. Deadline time digunakan sebagai perwakilan waktu dari sebuah paket harus memulai pengiriman karena suatu kelas service curve tidak terancam. Suatu deadline time dihitung dari sebuah curve yang menandakan bahwa suatu kelas terjamin secara service curve. Kemudian diset dengan nilai mimimum dari deadline curve sebelumnya dan kelas service curve (dengan nilai jumlah service yang telah diterima dan waktu sebelumnya). Virtual time digunakan untuk mencapai tujuan link sharing. Nilainya mewakili jumlah service suatu node yang telah diterima ketika terjadi penjadwalan dengan kriteria link-sharing.
Service yang diberikan kriteria real-time tidak termasuk dalam perhitungan. Virtual time dihitung juga dari kurva yang berkaitan. Kemudian ditentukan ke nilai minimum dari virtual curve sebelumnya dan suatu service curve (dengan nilai dari virtual time dikurangi virtual time parent dantotal service yang diterima oleh link-sharing dan kriteria real-time). Virtual time diperbarui secara rekursif dalam hierarchy sampai mencapai sebuahkelas yang aktif. Virtual curve diperbarui ketika sebuah kelas menjadi aktif. Eligible time digunakan sebagai penengahantara kedua tujuan tersebut yaitu untuk memilih satu dari dua kriteria penjadwal tersebut untuk digunakan dalam paket berikutnya.
Ketika ada paket eligible maka kriteria real-time digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada service curve yang terancam untuk pengiriman berikutnya. Jika ada kelas-kelas yang eligible maka penjadwal memilih suatu kelas yang mempunyai deadline minimum diatara kelas-kelas eligible. Jika tidak ada kelas eligible maka diterapkan algoritma dengan kriteria link-sharing. Algoritma menerapakan kriteria link-sharing secara rekursif, dimulai dari bagian root dan berhenti pada cabang kelas, memilih pada tiap level kelas dengan virtual time terkecil. Eligible time dihitung berdasarkan eligible curve. Eligible curve dalamkasus HFSC cukup sederhana, akan bernilai sama dengan deadline curve pada kasus concave curve atau segaris dengan segmen kedua untuk kasus convex curve.
Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Dan perangkat yang sudah di sertifikasi tentunya sudah lulus pengujian di balai uji, sehingga mutu dan kualitasnya terjamin.
- Setiap interior class atau leaf class harus menerima link-sharing sesuai alokasi yang diberikan dalam interval waktu tertentu, sehingga terpenuhi kebutuhannya.
- Jika semua leaf dan interior class yang memiliki permintaan telah menerima sedikitnya link-sharing bandwidth yang dialokasikan, distribusi dari kelebihan banwidth tidak berubah-ubah tetapi harus mengikuti aturan yang ditentukan.
- Penjadwalan Paket Hierarchical Token Bucket (HTB)
- Token Bucket Filter (TBF)
- Data yang datang pada TBF memiliki rate yang sama dengan masuknya token. Dalam hal ini, setiap paket yang masuk memiliki token-nya masing-masing dan akan melewati antrian tanpa adanya delay.
- Data yang datang pada TBF memiliki rate yang lebih kecil daripada rate token. Hanya sebagian dari token yang dihapus pada output pada tiap paket data yang dikirim ke antrian, sehingga token akan menumpuk, memenuhi ukuran bucket. Token yang tidak digunakan kemudianakan dapat digunakan untuk mengirimkan data pada kecepatan yang melampaui rate token standar, ini terjadi jika ada ledakan data yang pendek.
- Data yang datang pada TBF memiliki rate yang lebih besar daripada rate token. Hal ini berarti bucket akan segera kosong dari token, yang akan menyebabkan TBF akan menutup alirannya untuk sementara. Hal inilah yang dinamakan situasi overlimit. Jika paket-paket tetap datang, maka paket-paket akan segera di-drop.
- Mekanisme Kerja Hierarchical Token Bucket
Apabila nilai ceil sama dengan nilai base rate, maka kelas-kelas tidak diijinkan untuk meminjam bandwidth. Sedangkan jika nilai ceil diset dengannilai tak terbatas atau dengan nilai yang lebih tinggi seperti kecepatan link yang dimiliki, makaakan didapat fungsi yang sama seperti kelas nonbounded. Sebagai contoh, seseorang dapatmenjamin bandwidth 1 Mbit untuk suatu kelas, dan mengijinkan penggunaan bandwidth sampai dengan 2 Mbit pada kelas tersebut apabila link dalam keadaan idle.
- Penjadwalan Paket Hierarchical Fair Service Curve (HFSC)
- Service Curve berdasarkan model QoS
- Mekanisme Kerja Hierarchical Fair Service Curve
- Kriteria real-time untuk menjaminan service curve untuk semua kelas cabang.
- Kriteria link-sharing untuk menjamin service curve untuk kelas interior danmendisitribusikan kelebihan bandwidth secara adil.
Deadline digunakan untuk mencapai tujuan real-time. Deadline time digunakan sebagai perwakilan waktu dari sebuah paket harus memulai pengiriman karena suatu kelas service curve tidak terancam. Suatu deadline time dihitung dari sebuah curve yang menandakan bahwa suatu kelas terjamin secara service curve. Kemudian diset dengan nilai mimimum dari deadline curve sebelumnya dan kelas service curve (dengan nilai jumlah service yang telah diterima dan waktu sebelumnya). Virtual time digunakan untuk mencapai tujuan link sharing. Nilainya mewakili jumlah service suatu node yang telah diterima ketika terjadi penjadwalan dengan kriteria link-sharing.
Service yang diberikan kriteria real-time tidak termasuk dalam perhitungan. Virtual time dihitung juga dari kurva yang berkaitan. Kemudian ditentukan ke nilai minimum dari virtual curve sebelumnya dan suatu service curve (dengan nilai dari virtual time dikurangi virtual time parent dantotal service yang diterima oleh link-sharing dan kriteria real-time). Virtual time diperbarui secara rekursif dalam hierarchy sampai mencapai sebuahkelas yang aktif. Virtual curve diperbarui ketika sebuah kelas menjadi aktif. Eligible time digunakan sebagai penengahantara kedua tujuan tersebut yaitu untuk memilih satu dari dua kriteria penjadwal tersebut untuk digunakan dalam paket berikutnya.
Ketika ada paket eligible maka kriteria real-time digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada service curve yang terancam untuk pengiriman berikutnya. Jika ada kelas-kelas yang eligible maka penjadwal memilih suatu kelas yang mempunyai deadline minimum diatara kelas-kelas eligible. Jika tidak ada kelas eligible maka diterapkan algoritma dengan kriteria link-sharing. Algoritma menerapakan kriteria link-sharing secara rekursif, dimulai dari bagian root dan berhenti pada cabang kelas, memilih pada tiap level kelas dengan virtual time terkecil. Eligible time dihitung berdasarkan eligible curve. Eligible curve dalamkasus HFSC cukup sederhana, akan bernilai sama dengan deadline curve pada kasus concave curve atau segaris dengan segmen kedua untuk kasus convex curve.
Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Dan perangkat yang sudah di sertifikasi tentunya sudah lulus pengujian di balai uji, sehingga mutu dan kualitasnya terjamin.