Mengapa Anak Kita Masih Mengompol?
Mengompol merupakan sebuah hal yang biasa dialami oleh anak-anak. Hal ini biasa terjadi pada anak pada usia tertentu dan bakal menghilang dengan sendirinya seiring waktu.
Ketika anak sudah mulai bisa mengatur keinginan buang air mereka, hal ini biasanya bakal hilang. Biasanya ketika anak sudah berusia di atas lima tahun, kebiasaan mengompol ini bakal menghilang.
Pada beberapa kasus, mengompol pada anak ini juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti infeksi saluran kencing. Secara umum, beberapa hal ini merupakan penyebab anak mengompol:
- Keterlambatan pada perkembangan refleks kandung kemih
- Rendahnya tingkat hormon anti-diuretik yang memperlambat produksi air kencing di malam hari
- Keterlambatan pada perkembangan kandung kemih
- Infeksi saluran kencing
- Konstipasi
Terkait kebiasaan anak mengompol ini, terdapat sejumlah hal yang kerap dipercayai oleh orangtua. Dilansir dari Health24, berikut sejumlah mitos terkait mengompol yang biasa dipercayai orangtua.
Anak Mengompol karena Belum Terlatih Buang Air
Mengompil bukan merupakan tanda anak belum terlatih untuk buang air di toilet. Seringnya, seorang anak sudah bisa mengontor kandung kemih dan buang air besar dengan aman namun akhirnya mereka tetap mengompil di malam hari.
Orangtua Harus Sabar Menunggu Anak Berhenti Mengompol
Banyak orangtua berpikir bahwa anak mereka mengompol karena belum pintar buang air sendiri. Mereka berpikir bahwa hal tersebut seharusnya ditunggu hingga hilang dengan sendirinya.
Berdasar penelitian dari University of Bristol, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak mengompol dan tak bisa diselesaikan dengan hanya menunggu. Bahkan, hal ini bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius pada anak. Oleh karena itu, pada batasan tertentu, hal ini harus ditanggapi dengan serius sebelum terlalu terlambat.
Anak yang Masih Mengompol itu Pemalas
Hal ini justru bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak dan mereka melakukannya juga bukan karena sengaja. Pastikan anak tidak merasa disalahkan ketika hal ini terjadi serta temukan penyebab mereka mengompol.
Mengompol Disebabkan karena Stres Emosional
Walau stres secara emosi bisa menyebabkan terjadinya kebiasaan mengompol pada anak, namun hal ini tak selalu jadi penyebabnya. Mengompol pada anak umumnya terjadi karena keterlambatan pada perkembangan kandung kemih.
Anak yang Mengompol Butuh Mengonsumsi Obat
Walau terdapat sejumlah pengobatan untuk mengompol, namun hal ini tidak disarankan. Ketika penyebab anak mengompol adalah akibat masalah kesehatan, sangat penting untuk menemui dokter dan mengatasinya.
Sejumlah mitos tersebut sebaiknya tidak lagi dipercaya orangtua terkait buah hati mereka. Cara paling aman untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan cara terbaik.
Ketika anak sudah mulai bisa mengatur keinginan buang air mereka, hal ini biasanya bakal hilang. Biasanya ketika anak sudah berusia di atas lima tahun, kebiasaan mengompol ini bakal menghilang.
Pada beberapa kasus, mengompol pada anak ini juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti infeksi saluran kencing. Secara umum, beberapa hal ini merupakan penyebab anak mengompol:
- Keterlambatan pada perkembangan refleks kandung kemih
- Rendahnya tingkat hormon anti-diuretik yang memperlambat produksi air kencing di malam hari
- Keterlambatan pada perkembangan kandung kemih
- Infeksi saluran kencing
- Konstipasi
Terkait kebiasaan anak mengompol ini, terdapat sejumlah hal yang kerap dipercayai oleh orangtua. Dilansir dari Health24, berikut sejumlah mitos terkait mengompol yang biasa dipercayai orangtua.
Anak Mengompol karena Belum Terlatih Buang Air
Mengompil bukan merupakan tanda anak belum terlatih untuk buang air di toilet. Seringnya, seorang anak sudah bisa mengontor kandung kemih dan buang air besar dengan aman namun akhirnya mereka tetap mengompil di malam hari.
Orangtua Harus Sabar Menunggu Anak Berhenti Mengompol
Banyak orangtua berpikir bahwa anak mereka mengompol karena belum pintar buang air sendiri. Mereka berpikir bahwa hal tersebut seharusnya ditunggu hingga hilang dengan sendirinya.
Berdasar penelitian dari University of Bristol, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak mengompol dan tak bisa diselesaikan dengan hanya menunggu. Bahkan, hal ini bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius pada anak. Oleh karena itu, pada batasan tertentu, hal ini harus ditanggapi dengan serius sebelum terlalu terlambat.
Anak yang Masih Mengompol itu Pemalas
Hal ini justru bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak dan mereka melakukannya juga bukan karena sengaja. Pastikan anak tidak merasa disalahkan ketika hal ini terjadi serta temukan penyebab mereka mengompol.
Mengompol Disebabkan karena Stres Emosional
Walau stres secara emosi bisa menyebabkan terjadinya kebiasaan mengompol pada anak, namun hal ini tak selalu jadi penyebabnya. Mengompol pada anak umumnya terjadi karena keterlambatan pada perkembangan kandung kemih.
Anak yang Mengompol Butuh Mengonsumsi Obat
Walau terdapat sejumlah pengobatan untuk mengompol, namun hal ini tidak disarankan. Ketika penyebab anak mengompol adalah akibat masalah kesehatan, sangat penting untuk menemui dokter dan mengatasinya.
Sejumlah mitos tersebut sebaiknya tidak lagi dipercaya orangtua terkait buah hati mereka. Cara paling aman untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan cara terbaik.