Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jaringan Traffic Control

Istilah traffic control dapat didefinisikan sebagai pengaturan lalu lintas aliran paket dari berbagai layanan dengan pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan.Istilah bandwidth dapat didefinisikan sebagai kapasitas atau daya tampung suatu channel komunikasi (medium komunikasi) untuk dapat dilewati sejumlah traffic informasi atau data dalam satuan waktu tertentu. Umumnya bandwidth dihitung dalam satuan bit, kbit atau bps (byte per second). Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salah satu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu layanan jaringan (QoS = Quality Of Services). Pada pokoknya, setiap skema pengatur trafik meliputi pengatur antrian. Sejumlah besar disiplin antrian disarankan untuk mencapai persyaratan seperti kelayakan, perlindungan, batas performansi, kemudahan implementasi atau administrasi.

Antrian yang berhubungan dengan blok-blok fungsional pada suatu router dalam tiap blok fungsional akan dibutuhkan untuk membangun layanan tertentu, namun tidak juga selalu diperlukan untuk layanan lainnya. Kenyataannya, pada kebanyakan router yang digunakan saat ini tidak menggunakan seluruh blok fungsional. Paket-paket berdatangan pada satu interface router (ingress interface), lalu diteruskan ke interface lainnya (egress interface). Sebuah router mempunyai blok fungsional pada ingress interface untuk menjaga paket-paket yang datang, namun blok fungsional yang utama berada di egress interface. Fungsi dari tiap blok dijelaskan sebagai berikut:
  1. Classifier adalah Paket classifier menggolongkan paket-paket berdasarkan dari isi dari beberapa bagian pada suatu header paket (e.g , pengalamatan dan nomor-nomor port). Paket-paket disesuaikan dengan aturan tertentu untuk proses lebih lanjut.
  2. Meters adalah Trafics meters yang mengukur sifat aliran trafik (e.g., bandwidth, menghitung paket). Hasil pengukuran karakteristik disimpan sebagai flow state dan digunakan oleh fungsi lain. 
  3. Markers adalah packet markers mengumpulkan nilai akurat beberapa bagian dari header paket. Nilai yang dicatat menjadi prioritas, informasi kongesti, tipe aplikasi, atau tipe informasi lainnya.
  4. Droppers adalah droppers menggantikan beberapa atau seluruh paket dalam aliran trafik dengan tujuan untuk membatasi panjang antrian, atau sebagai informasi kongesti yang lengkap. 
  5. Queues adalah buffer-buffer terhingga untuk menyimpan paket-paket backlogged. Suatu disiplin antrian mungkin dapat mempunyai antrian ganda untuk kelas trafik yang berbeda. 
  6. Schedulers adalah memilih paket untuk dikirimkan dari paket backlogged diantrian. 
  7. Shapers adalah menunda beberapa atau seluruh paket di aliran trafik dengan maksud untuk membatasi laju puncak dari aliran. Suatu shaper biasanya memilliki ukuran buffer terhingga, dan paket mungkin saja ditukar jika tidak ada ruang yang cukup untuk menahan paket yang ditunda.
Disiplin antrian secara umum didefinisikan sebagai satu set blok fungsional pada egress interface, dan biasanya terdiri dari struktur antrian yang spesifik, mekanisme penjadwalan dan suatu mekanisme dropper. Blok fungsional yang dijelaskan disini adalah konseptual dan memungkinkan variasi kombinasi yang luas. Pengalokasian bandwidth salah satu hal yang paling penting dalam disiplin antrian. Alokasi bandwidth yang rata dapat dicapai dengan menggunakan disiplin antrian yang tepat. Mekanisme yang sama juga aliran yang keliru, dengan demikian menjaga trafik lainnya.

Tujuan penting lainnya adalah untuk mengontrol waktu tunda dan jitter (variasi waktu acak) dimana merupakan hal yang penting untuk membangun aplikasi-aplikasi yang real-time. Hal yang mungkin untuk membatasi waktu tunda dan jitter dari suatu aliran dengan mengembalikan resource jaringan yang dibutuhkan. Izin kontrol diperlukan untuk memutuskan apakah resource yang minta dapat di alokasikan. Juga diperlukan untuk mengatur laju aliran balik dalam arti pembentukan. Laju kedatangan haruslah lebih rendah dari laju kepulangan (balik) untuk menghindari waktu tunda yang disebabkan oleh aliran trafik sendiri.

Suatu leaky bucketadalah mekanisme sederhana shaper dengan ukuran buffer yang terhingga. Mekanisme shaper lain yang popular adalah token bucket yang membolehkan ledakan (burst) kecil dengan ukuran ledakan yang dapat di konfigurasi. Token bucket dapat mengakomodasi aliran-aliran trafik dengan karakteristik ledakan sehingga lebih sesuai untuk trafik internet saat ini. Tujuan lain disiplin antrian adalah menghindari kongesti.TCP mempertimbangkan packet loss sebagai tanda kongesti. Suatu router dapat memberitahukan TCP kongesti secara lengkap dengan meng'drop paket secara sengaja.

Dalam mengendalikan trafik administrator jaringan bisa memilih beberapa metode tergantung dari situasi pada jaringan LAN atau backbone. Tiap trafik akan dikendalikan dengan metode tertentu yang akan berdampak pada kecepatan akses, jadi administrator jaringan perlu membaca dan mengerti bagian ini terlebih dahulu, beberapa metode pengendalian trafik sebagai berikut:
  • First in First Out (FIFO)
Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server), paket data yang pertama datang diproses terlebih dahulu. Paket data yang keluar terlebih dahulu di masukan ke dalam antrian FIFO, kemudian dikeluarkan sesuai dengan urutan kedatangan. Pada metode FIFO jika trafik melebihi nilai set maka paket data akan dimasukkan ke antrian, paket data tidak mengalami pembuangan hanya tertunda beberapa saat. Metode FIFO cocok diterapkan pada koneksi internet dengan bandwidth menengah 64kbps untuk menghindari bootle neck pada jaringan LAN, tetapi cukup menghabiskan sumber daya prosessor dan memori. Paket data jika melebihi batas konfigurasi akan di masukkan ke dalam antrian dan pada saat jaringan LAN tidak sibuk maka paket data dalam antrian akan dikeluarkan.
  • Stochastic Fairness Queuing (SFQ) 
Stochastic Fairness Queuing (SFQ) memiliki kemampuan membagi setiap paket data yang diterima dalam jumlah yang sama rata, setiap paket data yang telah terbagi dimasukkan ke dalam suatu antrian dan menunggu dikeluarkan oleh penjadwalan, antrian dikeluarkan dengan algoritma round robin. SFQ adalah aproksimasi dari WFQ. WFQ termasuk sukar untuk di implementasikan karena besarnya jumlah antrian yang diperlukan sebagai jumlah dari bertambahnya aliran-aliran. Pada SFQ, fungsi hash digunakan untuk memetakan suatu aliran ke satu antrian yang telah fix, dan memungkinkan untuk dua aliran berbeda di petakan ke dalam antrian yang sama.
  • Class Based Queue (CBQ) 
Teknik klasifikasi paket data yang paling terkenal adalah CBQ, mudah dikonfigurasi, memungkinkan sharing bandwidth antar kelas (class) dan memiliki fasilitas user interface. CBQ adalah suatu algoritma yang didasarkan pada pembagian paket ke dalam kelas-kelas dan menjadwalkan paket di dalam antrian dengan suatu transmisi rate tertentu. Jika suatu antrian tidak digunakan, maka bandwidth disediakan untuk antrian lain. CBQ dapat mencapai penyekatan dan pembagian link bandwidth dengan struktur golongan.

Tiap golongan mempunyai antrian tersendiri dan ditandai, dimana juga membagi bandwidth. CBQ dapat mengatur penggunaan bandwidth dari suatu golongan. Golongan 'child' dapat di konfigurasi untuk meminjam bandwidth dari golongan induknya selama kelebihan bandwidth tersedia. CBQ mengatur pemakaian bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk tiap user, pemakaian bandwidth yang melebihi nilai set akan dipotong (shaping), cbq juga dapat diatur untuk sharing dan meminjam bandwidth antar class jika diperlukan. Parameter CBQ:
  • avpkt, jumlah paket rata – rata saat pengiriman
  • bandwidth, lebar bandwidth kartu ethernet biasanya 10 – 100Mbit 
  • rate, kecepatan rata – rata paket data saat meninggalkan qdisc, ini parameter untuk men-set bandwidth. 
  • cell, peningkatan paket data yang dikeluarkan ke kartu ethernet berdasarkan jumlah byte, misalnya 800 ke 808 dengan nilai cell 8. 
  • isolated / sharing, parameter isolated mengatur agar bandwidth tidak bisa dipinjam oleh klas (class) lain yang sama tingkat / sibling. Parameter sharing menunjukkan bandwidth kelas (class) bisa dipinjam oleh kelas lain.
  • bounded / borrow, parameter borrow berarti kelas (class) dapat meminjam bandwidth dari klas lain, sedangkan bounded berarti sebaliknya.
Protocol Transport

Lapisan Transport berfungsi untuk bertanggung jawab mengadakan komunikasi antara kedua host/computer. Pada layer ini bisa dipilih apakah menggunakan protocol yang mendukung eror-recovery atau tidak. Melakukan multiplexing terhadap data yang datang, mengurutkan data yang datang apabila datangnya tidak berurutan. Pada layer ini juga komunikasi dari ujung ke ujung (end-to-end) diatur dengan beberapa cara, sehingga urusan data banyak dipengaruhi oleh layer 4 ini. Pada layer ini dikenal adanya port number. Port number berhubungan dengan aplikasi yang sedang dijalankan.

Selain port number dikenal juga socket yang merupakan gabungan dari pengalamatan IP dan tipe protocol yang dipakai yaitu TCP dan UDP. Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah di sertifikasi atau yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak berurusan dengan pihak yang berwajib. Dan perangkat yang sudah disertifikasi tentunya sudah lulus pengujian di balai uji, sehingga mutu dan kualitasnya terjamin.