Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sepuluh Korban Reruntuhan Pendopo Wisata Dusun Jumiang

Sepuluh korban reruntuhan pendopo wisata Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang kini dirawat di rumah sakit daerah setempat, mengaku kesulitan biaya pengobatan.

Pasalnya, mereka termasuk golongan keluarga miskin (Gakin). Lima korban di antara mereka yakni Dewi Wulandari (3), Misnatun (50), Maisuri (60), Nur Hayati (25) dan Baidawi (25) harus menjalani operasi, karena mengalami patah tulang di betis dan pahanya, serta luka lecet di sekujur tubuhnya.

Sementara biaya operasi yang harus mereka tanggung, masing-masing kurang lebih Rp 6 juta. Yang paling berat adalah keluarga Baidawi. Tiga anggota keluarganya yakni Satuna, Supatmi dan Sukarti juga menjadi korban reruntuhan. Ketiganya saat ini juga masih dirawat, sambil menunggu persetujuan pihak keluarga lainnya untuk menjalani operasi.

Armi (45), salah satu anggota keluarga Baidawi mengatakan, jika empat keluarga harus sama-sama menjalani operasi dan ditanggung secara pribadi, ia mengaku tidak mampu. Sebab mereka kehidupan sehari-hari mereka hanya menjadi kuli angkut rumput laut nelayan lainnya. "Keluarga kami saat ini kebingungan soal biaya. Kami berharap pemerintah bisa membantu kami," kata Armi, saat ditemui, Senin (25/4/2011) kemarin.

Saat ditanya apakah keluarganya memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), wanita berkulit sawo matang ini menjawab, belum tahu. Sementara itu Kepala Desa Tanjung, Muhammad Urip saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (26/04/2011) mengaku, sudah mengurus segala kebutuhan administrasi pengobatan secara gratis.

Sehingga mereka biaya mereka selama perawtan di rumah sakit digratiskan. "Surat keterangan tidak mampu dan kartu Jamkesmas sudah ada di tangan saya semua. Hari ini akan saya tindaklanjuti kepada yang berwenang," kata Urip. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Sepuluh korban reruntuhan pendopo wisata Dusun Jumiang.