Istilah Komputer Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI adalah suatu alat kedokteran di bidang pemeriksaan diagnostik radiologi, yang menghasilkan rekaman gambar potongan penampang tubuh atau organ manusia dengan menggunakan medan magnet berkekuatan antara tesla (1 tesla = 10000 Gauss) dan resonansi getaran terhadap inti atom hidrogen.
Adapun macam-macam MRI bila ditinjau dari kekuatannya :
Secara garis besar instrumen MRI terdiri dari:
Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat di luar medan magnet mempunyai arah yang acak dan tidak membentuk keseimbangan. Kemudian saat diletakkan dalam alat MRI, maka atom H sejajar dengan arah medan magnet . Demikian juga arah spinning sejajar dengan arah medan magnet. Saat diberikan frekuensi radio, maka atom H mengabsorpsi energi dari frekuensi radio tersebut. Akibatnya dengan bertambahnya energi, atom H mengalami pembelokan, sedangkan besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan lamanya energi radio frekuensi yang diberikan.
Sewaktu radio frekuensi dihentikan maka atom H akan sejajar kembali dengan arah medan magnet . Pada saat kembali inilah, atom H akan memancarkan energi yang dimilikinya. Kemudian energi yang berupa sinyal tersebut dideteksi dengan detektor yang khusus dan diperkuat. Selanjutnya komputer mengolah dan merekonstruksi citra berdasarkan sinyal yang diperoleh dari berbagai irisan.
Selain menggunakan MRI, citra otak didapat menggunakan Computed Tomography (CT) scan. Tetapi ada beberapa kelebihan MRI dibandingkan dengan pemeriksaan CT scan yaitu:
Adapun macam-macam MRI bila ditinjau dari kekuatannya :
- MRI Tesla tinggi ( High Field Tesla ) memiliki kekuatan di atas 1 – 1,5 T
- MRI Tesla sedang (Medium Field Tesla) memiliki kekuatan 0,5 – T
- MRI Tesla rendah (Low Field Tesla) memiliki kekuatan di bawah 0,5 T.
Secara garis besar instrumen MRI terdiri dari:
- Sistem magnet yang berfungsi membentuk medan magnet.
- Sistem pencitraan berfungsi membentuk citra yang terdiri dari 3 buah kumparan koil, yaitu :
- Gradien koil X, untuk membuat citra potongan sagital
- Gardien koil Y, untuk membuat citra potongan koronal
- Gradien koil Z untuk membuat citra potongan aksial
- Sistem frekuensi radio berfungsi membangkitkan dan memberikan radio frekuensi serta mendeteksi sinyal.
- Sistem komputer berfungsi untuk membangkitkan urutan pulsa, mengontrol semua komponen alat MRI dan menyimpan memori beberapa citra. Sistem pencetakan citra, berfungsinya untuk mencetak gambar pada film Rongent atau untuk menyimpan citra
Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat di luar medan magnet mempunyai arah yang acak dan tidak membentuk keseimbangan. Kemudian saat diletakkan dalam alat MRI, maka atom H sejajar dengan arah medan magnet . Demikian juga arah spinning sejajar dengan arah medan magnet. Saat diberikan frekuensi radio, maka atom H mengabsorpsi energi dari frekuensi radio tersebut. Akibatnya dengan bertambahnya energi, atom H mengalami pembelokan, sedangkan besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan lamanya energi radio frekuensi yang diberikan.
Sewaktu radio frekuensi dihentikan maka atom H akan sejajar kembali dengan arah medan magnet . Pada saat kembali inilah, atom H akan memancarkan energi yang dimilikinya. Kemudian energi yang berupa sinyal tersebut dideteksi dengan detektor yang khusus dan diperkuat. Selanjutnya komputer mengolah dan merekonstruksi citra berdasarkan sinyal yang diperoleh dari berbagai irisan.
Selain menggunakan MRI, citra otak didapat menggunakan Computed Tomography (CT) scan. Tetapi ada beberapa kelebihan MRI dibandingkan dengan pemeriksaan CT scan yaitu:
- MRI lebih unggul untuk mendeteksi beberapa kelainan pada jaringan lunak otak, sumsum tulang serta muskuloskeletal
- Mampu memberi gambaran detail anatomi dengan lebih jelas
- Mampu melakukan pemeriksaan fungsional seperti pemeriksaan difusi, perfusi dan spektroskopi yang tidak dapat dilakukan dengan CT scan
- Mampu membuat gambaran potongan melintang, tegak, dan miring tanpa merubah posisi pasien
- MRI tidak menggunakan radiasi pengion