Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Erupsi Gunung Bromo

Hujan abu vulkanik karena Erupsi Gunung Bromo terus mengguyur wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Suasana terlihat seperti mendung hitam kecoklatan yang pekat, tetapi yang turun hanya berupa abu.

Hujan abu dan mendung pekat itu yang terus menghujam. Saat abu menempel di daun, ada butiran-butiran putih lembut kecil sekitar 1 milimeter mengilat. Hujan abu itu juga membuat sebagian warga kesulitan memperoleh air bersih.

Tandon-tandon air sebagian kemasukan abu. Meteran air mati. Warga pun mengambil air di tandon yang masih bersih. Mereka menggunakan jeriken, seperti terlihat di Desa Wonokerso dan Wonokerto, Kecamatan Sukapura.

Pasokan air bersih ke Desa Ngadirejo pada Jumat (24/12/2010) juga tidak mencukupi. Setiap rumah dapat jatah satu pikulan atau dua jeriken. Pada Sabtu, ini warga Ngadirejo kembali mencari air di beji atau semacam sumber air. Mereka berjalan kaki paling tidak 2 kilometer mencapai beji itu.

Di Dusun Punjul, Desa Wonomerto, warga bekerja bakti membersihkan timbulan debu di Masjid Baiturrahman. Dua warga setempat, Hariyono dan Suwito, terlihat sedang membetulkan asbes emperan rumah yang jebol karena tak kuat menahan debu. Ada juga warga lainnya yang sedang memanen paksa kentang di ladangnya.

Tampak, warga mengenakan masker, baik di ladang maupun saat di jalan. Sebagian besar warga masih disibukkan dengan bersih-bersih lumpur.

Abu di jalan juga telah menjadi debu yang mengganggu pernapasan dan penglihatan. Hal itu diperparah oleh tak hentinya hujan abu yang mengguyur mulai dari Sukapura hingga Probolinggo Kota. Di perbatasan Desa Ngadirejo dan Wonokerto, warga dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbulan abu vulkanik di jalan. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Erupsi Gunung Bromo.