Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jurus Seo Paling Ampuh-Kidung Malam 45

Pada postingan saya sebelumnya, saya pernah menulis artkel tentang kidung malam 46, wah itu nomer motornya Valentino Rossi Om..? Ya... Dan kali ini saya akan menulis artikel tentang kidung malam 45 atau bisa di sebut juga dengan trowongan rahasia. Rahasi apa sih om? Apa ada kaitannya dengan SEO? Atau dengan Kerja Keras Adalah Energi Kita? Untuk lebih jelasnya kita langsung baca aja yuk's.

Suasana berangsur-angsur hening. Dentingan perkakas yang saling beradu diantara sendok dengan gelas, mangkuk dan piring, sudah tidak terjadi lagi, di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi. Para petugas yang mengontrol makanan dan minuman sudah berhenti melakukan penambahan hidangan. Dikarenakan makanan memang masih cukup ada, masih cukup untuk tamu yang ada. Bahkan mereka mulai mencicil untuk menyingkirkan aneka perkakas yang sudah kotor oleh sisa-sisa makanan dan minuman. Bersama itu datang rombongan petapa yang sengaja mampir untuk meminta makanan, mereka habis bertapa di gunung kawi untuk belajar seo, memang disanalah tempatnya Belajar Seo Untuk Pemula. Jumlah mereka ada enam orang, lima orang putra dan satu orang putri. Kedatangannya disambut hangat oleh para pandawa, mereka dipersilahkan menikmati makanan yang masih terhidang dengan leluasa.

Sementara itu Sengkuni dan Duryudana dibuat geram. Kerja Keras warga kurawa telah gagal melaksanakan tugasnya. Semula diharapkan warga kurawa ikut berpesta tersebut hanya untuk membuat suasana pesta meriah. Dengan berpura-pura ikut makan dan minum sebanyak-banyaknya, agar para pandhawa terpancing untuk ikut makan dan minum sampai mabuk dan tak sadarkan diri, sehingga dengan mudah Sengkuni dapat melaksanakan rencananya yaitu membakar Balai Sigala-gala beserta kunthi dan para Pandhawa, terus sengkuni berkata kepada anak buahnya Kerja Keras Adalah Energi Kita, kita harus berusaha lebih giat lagi untuk memancing mereka minum dan bisa menjalankan rencana kita.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Para warga kurawa lah yang tidak bisa menahan diri. Merka terlalu banyak makan dan minum sehingga menjadi mabuk, peri laku warga kurawa tersebut secara tidak sadar telah menghambat rencananya mereka sendiri, rencana warga kurawa yang diprakarsai oleh patih Sengkuni. Tentunya tidaklah mungkin untuk menunggu mereka yang mabuk sadar kembali. Sengkuni dan Duryudana harus berpacu dengan waktu sambil membaca kitab warisan keluarganya yaitu Terminologi Seo. Terus Sengkuni berkata jangan sampai fajar mulai merekah diufuk timur Balai Sigala-gala masih utuh berdiri.

Maka dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi Kunthi dan anak-anaknya, Duryudana dibantu oleh para hulubalang dan tenaga kasar yang lain, memapah keluar para pemabuk yang taksadarkan diri. Setelah semua warga kurawa dan beberapa orang yang mabuk diamankan ditempat yang jauh dari Balai Besar Pengujian perangkat Telekomunikasi maksudnya Balai Sigala-gala, dan Sengkuni mempersilahkan Kunthi dan Nakula untuk beristrirahat dan tidur diruang yang telah disediakan, tepatnya dibelakang ruang pesta, menyusul Bimasena, Arjuna dan Sadewa, kalau Sinta Obong ikut gak om? Gak lah, dia kan lagi bertapa di kawah candra dimuka. Dilanjut, Ketika khunti dan Nakula menuju keruang belakang, mereka melihat ke enam petapa tidur nyenyak sekali dilantai, tidak seberapa jauh dengan pintu ruang belakang. Mereka sangat kecapaian. Dewi Kunthi menyapa lembut, dengan tanpa mengharap balasan. "Selamat malam sang petapa, selamat beristirahat dan sampai jumpa esok hari".

Malam merambat menuju pagi. Dari kejauhan terdengar suara kentongan yang berbunyi dua kali, mengisyaratkan bahwa waktu menunjukan pukul dua dini hari. Sampai diruang belakang Kunthi melihat Bimasena, Arjuna dan Sadewa masih terjaga. Yang mengejutkan kunthi bahwa diantara mereka ada seseorang abdi dari Panggombakan, orang terdekatnya Yamawidura yang ahli membuat terowongan, bernama Kanan. Apakah dia telah Kerja Keras sampai tidur lelap sekali, ada apa dengan Kanan?

Dengan wajah serius Kanan memohon agar diberi kesempatan untuk mengikuti contes pertamina 2009, maksudnya diberi kesempatan menjelaskan hal rahasia dengan tanpa didengar oleh orang lain selain Dewi Kunthi dan anak-anaknya. Pintu ruangan ditutup perlahan sekali, mereka memusatkan perhatian dan pandangannya pada Kanan yang akan membeberkan hal penting penuh rahasia.

"mohon maaf sebelumnya, Ibu Kunthi dan para putra, beberapa pekan lalu, saya diperintah untuk membuat terowongan rahasia sebagai jalan penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana di pesta Balai Sigala-gala. Terutama kepada Raden Bimasena, Bapa Yamawidra mengingatkan agar selalu waspada dan bertindak cepat untuk menyelamatkan Ibu Kunthi beserta saudara-saudaranya, sewaktu bencana yang di khawatirkan benar-benar terjadi, inilah pintu terowongan itu.

Kunthi dan para pandawa ternganga. Mereka tidak menyangka bahwa lantai yang beralas permadani diruang itu dapat dibuka dengan mudah. Setelah dibuka oleh Kanan ternyata dari lubang tersebut ada tangga yang menuju pintu terowongan. "Jika terjadi sesuatu, terowongan inilah yang membawa kita sampai dibawah bukit dengan selamat". wauw... keren sekali, ini berkat contest pertamina 2009 yang pernah saya ikuti, hehehe...

Baru saja Kanan akan menutup pintu terowongan kembali, mereka dikejutkan oleh cahaya merah yang tiba-tiba sengaja menjadi besar. Hawa panas dengan cepat merambat keseluruh tubuh mereka.

"Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran!

Kunthi teringat kepada ke enam petapa yang tidur tidak jauh dari ruangan ini. Tetapi ketika akan membuka pintu, ternyata pintu tersebut telah dikancing dari luar. Kunthi sempat berteriak " Selamat malam sang petapa" Kunthi berusaha untuk membuka pintu, namun sebelum berhasil ia telah disaut oleh Bimasena dan bersama para pandhawa dibawa masuk kepintu terowongan. Kanan bergerak cepat menutup pintu, setelah Kunthi dan anak-anaknya dipastikan telah masuk terowongan tersebut.