Home » » Simon Terkena Virus Gondongan

Simon Terkena Virus Gondongan

Turnamen Korea Open Super Series Premier menjadi laga pembuka tahun 2013. Indonesia menarik sejumlah pemain-pemainnya dari turnamen tersebut dengan berbagai pertimbangan. Pada nomor tunggal putra, Simon Santoso batal tampil karena penyakit yang dideritanya belum sembuh benar. Simon terkena virus gondongan saat menghadiri turnamen French Open Super Series 2012 di Paris. Dampak dari penyakit ini ternyata cukup panjang, hingga ia masih harus absen di dua turnamen awal tahun tersebut.

"Simon belum 100 persen pulih, masih ada virus di dalam tubuhnya. Jika pengobatannya tidak tuntas maka akan makin parah. Jadi lebih baik fokus di penyembuhan dan absen di Korea dan Malaysia," kata pelatih tungal putra pelatnas, Agus Dwi Santoso seperti dikutip situs PBSI.

Pasangan ganda campuran juara Osaka International Challenge 2012 Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga batal tampil pada turnamen kelas premier berhadiah total 1 juta dolar AS ini. Riky mengalami cedera yang membuatnya tak dapat bermain maksimal. "Saya cedera pada lutut kanan, sepertinya kena saat tanding di Macau Open. Saat ini sudah membaik, tapi belum bisa ikut Korea Open," ungkap Riky ketika dikonfirmasi soal absennya ia dan Richi.

Pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro dan Bona Septano/Afiat Yuris Wirawan juga mengundurkan diri. Indonesia hanya akan mengirimkan tiga wakilnya yaitu pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra dan Yonathan S Dasuki/Hendra Aprida Gunawan.

"Persiapannya masih kurang, harus banyak latihan lagi" ujar Herry IP mengenai batalnya Angga/Rian dan Bona/Afiat di Korea. Selain itu, pasangan ganda putri Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari dan Tiara Rosalia Nuraidah/Gebby Ristiyani Imawan serta pemain tunggal putri Aprilia Yuswandari juga mundur dari turnamen ini. Nitya mengalami cedera karena kelainan tulang ekor, hingga kondisinya belum kembali pulih. Sementara Tiara/Gebby dan Aprilia masih harus menjalani latihan yang lebih intensif lagi.

1 komentar:

  1. kasihan sekali, semoga dapat perhatian dari pemerintah,,

    BalasHapus