Home » » Sistem politik kita

Sistem politik kita

Ada yang perlu dikembalikan ke dalam sistem politik kita, yakni fungsi pengawasan DPR yang benar. Demikian disampaikan Andi Arief Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial Dan Bencana, Selasa, 4 Oktober 2011. Dikatakan Andi Arief, dalam kasus Century, fungsi itu telah jauh berubah menjadi fungsi peradilan, yang celakanya, juga gagal menghasilkan putusan politik paripurna yang prudent dan correct.

"Fungsi pengawasan DPR telah disetir oleh vested interest segelintir anggota DPR. Berita mengenai sangkaan gratifikasi pada seorang Deputi Gubernur BI yang didasari hasil audit forensik BPK adalah kontras dengan hasil keputusan yang disimpulkan dalam Pansus Century," tegas Andi seperti dalam rilis yang diterima media massa.

Dikatakannya, Pansus Century telah berjalan tanpa dipandu oleh audit forensik yang komprehensif. Sebaliknya, Pansus Century dan DPR secara keseluruhan, telah bergerak dengan prasangka dan stigma. DPR telah diubah menjadi mahkamah politik yang memvonis salah pejabat-pejabat negara tanpa didasari sebelumnya dari hasil audit forensik,"ungkapnya lagi.

Praktik kotor perbankan ala Robert Tantular, lanjut Andi, dan juga para pemilik Century bukan saja telah mengecoh DPR dan Pansus Century. Praktek banker-banker hitam ini juga telah menyesatkan figur-figur politik, aset nasional kita, yang diharapkan sebelumnya memiliki kedewasaan politik," ujar Andi.

Dalam pandangan Alumni Fisip UGM ini, walhasil, segera bisa disimpulkan bahwa selama ini warga negara telah dibajak haknya dalam mendapatkan informasi yang benar. Untuk sekian lama, rasa keadilan publik telah diombang-ambingkan oleh drama murahan yang dilakoni oleh pansus century dan sepak terjang inisiatornya.

Kedepan fungsi pengawasan, harus dipikirkan bersama untuk basis data dan informasi, karena pemerintah secara teknis kelembagaan memiliki fungsi pengawasan internal, yang melekat pada jalannya roda pemerintahan. Pansus Century adalah catatan kelam sejarah parlemen kita yang tidak boleh terulang," pungkas Andi.

0 komentar:

Posting Komentar