Home » » PT Indopoly Swakarsa Industry

PT Indopoly Swakarsa Industry

PT Indopoly Swakarsa Industry merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi flexible packaging film dengan merek Ilene dan telah memiliki 150 pelanggan terkemuka mancanegara dengan hasil produksi yang luar biasa.

Saat ini, IPOL memiliki dua lini produksi yaitu produk film Biaxially-Oriented Polypropylene (BOPP) dan Biaxially-Oriented Polyster (BOPET) yang baru saja diresmikan Juni lalu.

Kedua tipe film ini saling melengkapi satu dengan lainnya dan merupakan bahan baku utama dari kemasan film fleksibel untuk produk-produk konsumer baik makanan maupun non makanan.

IPOL memiliki kapasitas sebesar 80.000 ton per tahun untuk memproduksi BOPP. BOPP dapat digunakan untuk pembungkus produk makanan (film food packaging film), rokok dan specialty film yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 45%, 42%, dan 13% terhadap pendapatan pada tahun lalu.

Riset e-Trading Securities Wisnu Karto mengatakan dengan beroperasinya lini produksi BOPET yang berproduksi di Purwakarta akan memberikan tambahan produksi sebesar 20.000 ton BOPET film per tahun sehingga menambah total kapasitas produksi fleksibilitas packaging film seluruh pabrik IPOL 100.000 ton.

Sementara itu, bersamaan dengan diresmikan lini produksi BOPET, IPOL juga memasang dua metalizing line terbatu dengan kapasitas produksi 14.000 ton per tahun yang akan menjadi nilai tambah untuk lini produksi BOPET dan BOPP dalam memproduksi high barrier metalized film.

Total investasi yang dikeluarkan untuk perluasan pabrik dan pembelian mesin untuk lini produksi BOPET diperkirakan mencapai Rp450 miliar.

"Permintaan BOPP dari China diperkirakan akan bertumbuh 10% dari tahun 2009-2014, sementara dari Asia Tenggara sendiri diperkirakan tumbuh 7% setiap tahunnya," tutur Wisnu dalam risetnya yang dipublikasikan Oktober 2011.

Sementara untuk pasar BOPET dunia, permintaan BOPET dunia pada 2009-2014 diperkirakan bertumbuh 9% tiap tahunnya dengan tingkat pertumbuhan permintaan tertinggi di dunia berada di wilayah Asia Tenggara dan Timur, di mana China terletak di Asia Timur.

"IPOL juga diuntungkan dengan konsumen yang memiliki tingkat kualifikasi permintaan yang tinggi sehingga apabila konsumen sudah cocok dengan produk maka kecil kemungkinan untuk berpindah ke pemasok lain," imbuhnya.

IPO telah memasok 100% kebutuhan pembungkus plastik dari Phillip Morris Indonesia setelah dua tahun melakukan uji coba. Selain Phillip Morris, IPOL telah menjadi pemasok produsen-produsen rokok terbesar lainnya di Indonesia, seperti Djarum, Gudang garam, dan Sampoerna di mana IPO memasok masing-masing 80%, 45% dan 30% untuk pembungkus plastik.

Pada semester I-2011, laba bersih IPOL turun 49,9% dari Rp128,16 miliar menjadi Rp64,21 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya COGS sebesar 21,88% sementara penjualan hanya meningkat 2,24%.

"Peningkatan COGS ini dipengaruhi oleh fluktuatifnya pergerakan harga minyak sepanjang semester lalu merupakan salah satu komponen bahan baku IPOL," telisiknya.

Saat ini, IPOL diperdagangkan pada PER yang cukup menarik sekitar 4,82 kali relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industrinya 7,89%. Sementara itu, IPOL juga memiliki ROA dan ROE lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industrinya sebesar 25,36% dan 8,71% berbanding 17,25% dan 6,36%.

0 komentar:

Posting Komentar