Home » » Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat, Nursyam Ibrahim, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena cuaca yang tidak menentu saat ini bisa memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebarkan penyakit itu.

"Nyamuk aedes tersebut dapat menularkan virus dengue kepada manusia baik secara langsung yaitu setelah menggigit orang yang sedang mengalami viremia maupun secara tidak langsung setelah melalui masa inkubasi dalam tubuhnya selama 8-10 hari," kata Nursyam di Sungai Raya, Sabtu.

Pada manusia diperlukan waktu 4-6 hari, sebelum orang itu menjadi sakit setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada nyamuk, virus dapat masuk dan berkembang biak di dalam tubuhnya, maka nyamuk tersebut akan dapat menularkan virus selama hidupnya. Sedangkan pada manusia, penularan hanya dapat terjadi pada saat tubuh dalam keadaan viremia yaitu antara 3-5 hari.

Nursyam menjelaskan terdapat tiga factor yang memegang peran pada penularan infeksi dengue, yaitu manusia, virus dan vector perantara. Virus dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk Aedes Albopictus, Aedes Polynesiensis dan beberapa spesies yang lain dapat juga menularkan virus itu tetapi merupakan vector yang kurang berperan.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya itu menambahkan, selama ini yang selalu menjadi permasalahan adalah tidak semua warga menerapkan sistem pencegahan DBD di lingkungan mereka. Meski pemerintah selalu menggalakkan program 3M dan dia yakin semua masyarakat sudah mengetahuinya, namun permasalahannya ialah belum tentu masyarakat menerapkan hal tersebut.

"Kalaupun ada, hanya segelintir masyarakat yang melakukannya. Dan dalam hal ini semua tentu dikembalikan kepada individu masing-masing," kata Nursyam. Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty, selain dengan melakukan gerakan 3M, juga dapat ditempuh dengan beberapa cara di antaranya Fogging focus, Abatisasi, Penyuluhan dan penggerakan masyarakat dalam PSN DBD (gerakan 3M) dan pemantauan jentik berkala.

Bila perlu disetiap RT/RW membentuk satgas yang bertugas untuk memantau kegiatan pencegahan DBD pada masyarakat. Maklum saja, jika tidak diawasi tidak akan ada kesadaran dari masyarakat," tuturnya. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat.

0 komentar:

Posting Komentar