Home » » Keracunan Makanan

Keracunan Makanan

Empat puluh empat siswa Madrasah Iftidaiyah (MI) Al-Mansur di Desa Cikandang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami pusing dan mual diduga keracunan makanan dan mereka serempak mendatangi Puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan, Jumat pagi.

Kepala Puskesmas Leles dr Asep Maryawan mengatakan siswa yang datang bergantian ke Puskesmas itu mengalami gejala rasa sakit yang sama seperti mual dan pusing-pusing. Diduga siswa yang meminta penanganan medis tersebut, berdasarkan keterangan siswa dan orang tuanya, mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan pihak sekolah.

Tadi pagi ada siswa yang berobat kemari mereka merasakan gejala sakit yang sama seperti pusing, sakit kepala dan mual," katanya. Namun penyakit yang diderita para siswa tersebut, kata Asep tidak terlalu parah sehingga hanya diberikan obat dan tidak harus dilakukan rawat inap.

Ia menjelaskan berdasarkan pemeriksaan medis kondisi fisik maupun kesehatan para siswa tersebut tidak terlalu berat sehingga dengan diberikan obat dipastikan tidak akan merasakan sakit yang diderita siswa. Mereka semua sudah diperbolehkan pulang, tidak perlu menjalani rawat inap dan kami sudah memberikan obat kepada mereka," katanya.

Sementara itu salah satu orang tua siswa yang menderita sakit, Engkus Kusmana (34) mengatakan anaknya Muhamad Ihsan (8) sudah merasakan sakit sejak Rabu (21/9) usai pulang sekolah. Ia menduga anaknya menderita sakit kepala, pusing, mual-mual bahkan sesekali muntah karena masuk angin sehingga hanya diberikan obat seperti biasanya.

Namun sejak pulang sekolah itu. kata Engkus rasa sakit yang diderita anaknya itu tidak kunjung sembuh meskipun sudah diberikan obat berulangkali hingga menimbulkan kekhawatiran. Penyakit yang diderita anaknya itu, kata Engkus ternyata teman-teman sekolah lainnya juga sama terserang sakit sama sehingga tidak masuk sekolah.

Saya kira anak saya masuk angin, tapi terus sakit, hingga Kamis dan Jumat tidak masuk sekolah, baru sekarang anak saya bawa ke Puskesmas untuk berobat, tapi katanya keracunan," jelasnya.

Secara terpisah Kepala Sekolah MI Al-Mansur, Ahmad Muis mengatakan siswa didiknya memang diberi makan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), Rabu (21/9).

Namun makanan tambahan yang diberikan kepada siswanya itu, kata Ahmad dipastikan tidak basi dan masih segar sehingga tidak mungkin menyebabkan keracunan.

Bahkan pemberian makanan yang pertama kalinya itu, kata Ahmad diberikan kepada 185 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 sementara yang dilaporkan menderita sakit diduga karena keracunan makanan hanya 44 siswa.

Kami juga heran kenapa besoknya (Kamis) banyak siswa tidak masuk sekolah, kemudian saya datang ke rumah siswa ternyata sakit dan saya minta untuk segera berobat ke Puskesmas sekarang," katanya. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul keracunan makanan.

0 komentar:

Posting Komentar