Home » » Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengumumkan, hot spot atau titik api yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan di Pulau Sumatera meningkat. Dari pantauan satelit Terra pada 19 Juli pukul 10.58 WIB, terdapat 233 hot spot di Sumatera," kata Kabid Pelayanan Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan Hendra Suwarta, Selasa (19/7/2011). Menurut Hendra, 233 titik api itu tersebar di empat provinsi di Sumatera yakni Riau (83 titik), Aceh (70 titik), Sumatera Barat (empat titik), dan Sumatera Utara (74 titik).

Khusus di Sumut, keberadaan titik api itu terpantau di sembilan daerah yakni Kabupaten Langkat (11 titik), Karo (sembilan titik), Dairi (tiga titik), Deli Serdang (tujuh titik), Simalungun (empat titik), Asahan (tujuh titik), Labuhan Batu (12 titik), Tapanuli Utara (empat titik), dan Tapanuli Selatan (17 titik).

Peningkatan jumlah titik api itu diperkirakan karena tingginya suhu cuaca di Sumatera, khususnya di Sumut yang mencapai 35 derajat celsius. Padahal beberapa hari sebelumnya, jumlah titik api di Sumut tersebut menurun, terutama pada hari Minggu (17/7). "Hari Minggu (17/7) kemarin, titik apinya tidak ada," katanya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran hutan. Masyarakat juga diharapkan tidak membakar sampah di pinggir hutan," katanya. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

0 komentar:

Posting Komentar