Home » » Aksi penggalangan koin

Aksi penggalangan koin

Masyarakat Pekanbaru melakukan aksi penggalangan koin sebagai bentuk protes keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menyetujui dilakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang. Gerakan ini akan berlangsung hingga pilkada ulang selesai dilakukan. Nantinya koin yang terkumpul akan diberikan pada pemenang pilkada dan diharapkan digunakan untuk dana sosial kemasyarakatan.

Aksi penggalangan koinPenggalangan koin ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan MK, yang melecehkan masyarakat Pekanbaru," ujar Koordinator Gerakan Masyarakat (Gemas), Bambang Piliang, di Pekanbaru, Minggu (26/6/2011). Bambang mengatakan keputusan MK pada Jumat (24/5) itu membuat masyarakat Pekanbaru merasa terhina karena dianggap suka berbuat curang.

"Mengapa coblos ulang harus dilakukan di seluruh TPS (tempat pemungutan suara), padahal hanya beberapa TPS yang bermasalah. Dan ini hanya terjadi di Pekanbaru saja," tambah dia. Dia mengatakan menangnya pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi sebagai wali kota dan wakil wali kota berdasarkan hati nurani rakyat.

Oleh karena itu, pihaknya bersama masyarakat merasa terpanggil untuk melakukan gerakan moral dengan mengumpulkan koin sebagai bentuk protes atas keputusan MK. Keputusan MK ini terkesan janggal karena pilkada berlangsung aman. Berbeda dengan kabupaten lain seperti Kuantan Singingi yang ricuh, namun permohonan coblos ulang tidak dikabulkan MK," ujar dia.

Gerakan ini, lanjutnya, akan berlangsung hingga pilkada ulang selesai dilakukan. Nantinya koin yang terkumpul akan diberikan pada pemenang pilkada dan diharapkan digunakan untuk dana sosial kemasyarakatan. Penggalangan koin dilakukan mulai dari tingkat RT hingga kecamatan. Dari pagi tadi sudah terkumpul sebanyak 200 ribu koin," jelas Bambang. Bambang yakin koin ini akan terus bertambah. Dengan adanya penggalangan ini, ia mengharapkan MK bisa melihat siapa sebenarnya wali kota dan wakil wali kota yang diinginkan masyarakat.

Salah seorang warga Pekanbaru, Fikri, menyambut positif adanya gerakan penggalangan koin itu. Ini sebagai perlawanan publik terhadap pihak penguasa yang berusaha menciptakan politik dinasti di Riau," kata dia. Dia mengatakan kuat dugaan campur tangan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, yang ingin menempatkan istrinya Septina sebagai Wali Kota Pekanbaru periode 2011-2016.

Pada Pilkada Pekanbaru 18 Mei lalu terdapat dua pasangan calon yang bertarung, yakni Firdaus-Ayat Cahyadi dan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk. Dalam pilkada tersebut pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi mendapat perolehan suara rakyat lebih besar. Tidak puas dengan hasil pilkada, pasangan Septina Primawati-Erizal Muluk melakukan gugatan ke MK agar pilkada diulang dan MK mengabulkan gugatan istri gubernur Riau itu. Demikian catatan online Blogger Indonesia yang berjudul Aksi penggalangan koin.

0 komentar:

Posting Komentar