Home » » Ancaman Banjir Lahar Dingin

Ancaman Banjir Lahar Dingin

Sebanyak 252 dusun di 79 desa di lima kecamatan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang wilayahnya terdapat aliran sungai berhulu di Gunung Merapi rawan terhadap Ancaman Banjir Lahar Dingin.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Magelang, Eko Triyono, Minggu (5/12/2010) mengatakan, sejumlah dusun tersebut antara lain berada pinggiran aliran Sungai Pabelan, Lamat, Blongkeng, Putih, Batang, dan Sungai Krasak.

Ia mengatakan, ratusan dusun itu berada di wilayah Kecamatan Dukun, Srumbung, Salam, Muntilan, dan Mungkid dengan jumlah warga sekitar 85.924 jiwa. "Kami meminta warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi itu untuk selalu waspada terhadap bencana banjir lahar dingin," katanya.

Menurut dia, penyuluhan waspada terhadap banjir lahar telah dilakukan kepada masyarakat sejak pertama kali erupsi Merapi terjadi, namun saat itu baru dilakukan di desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi.

Ia mengatakan imbauan waspada banjir lahar dingin telah dilakukan kepada pengungsi sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.

Selain imbauan waspada ancaman banjir lahar, katanya, warga juga harus tetap waspada terhadap aktivitas Merapi mengingat penurun status awas ke siaga pada erupsi tahun 2006, pernah naik lagi menjadi awas kurang dari 24 jam.

Saat itu warga yang telah pulang ke rumah harus kembali lagi ke tempat pengungsian. Ia berharap penurunan status awas ke siaga ini benar-benar kondisi Merapi memang sudah aman, tidak fluktuatif meningkat menjadi awas. Namun, kalau banjir lahar terjadi dan mengancam keselamatan jiwa dan harta benda, warga yang sudah pulang diharapkan mau mengungsi.

Eko mengatakan, pengungsi telah diizinkan pulang sejak Jumat (3/12), namun banyak pengungsi yang baru pulang pada hari Minggu, karena mereka menggelar acara perpisahan, kerja bakti membersihkan lokasi pengungsian dan sebagainya sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan data di Posko Induk Penanggulangan Bencana Merapi Kabupaten Magelang, pengungsi yang pulang hari Minggu antara lain mereka yang menempati Gedung DPRD Kabupaten Magelang sebanyak 225 orang dari Desa Tegalrandu, sebanyak 683 pengungsi di Balai Desa Bumirejo dan SDN 02 Bumirejo pulang ke Desa Paten, Dukun.

Kemudian yang menempati tempat pengungsian sementara (TPS) di Congkrang sebanyak 300 jiwa pulang ke Srumbung, TPS Tamanagung sebanyak 545 warga pulang ke Mranggen, Srumbung, dan TPS Sukorini sebanyak 98 warga juga pulang ke Mranggen. Demikian catatan online Gerbang Type Approval tentang Ancaman Banjir Lahar Dingin.

0 komentar:

Posting Komentar