Home » » Beragam Karya Inovasi Anak Bangsa

Beragam Karya Inovasi Anak Bangsa

Selama ini orang selalu mengidentikkan warna hitam (black) dengan konotasi negatif atau hal-hal buruk lainnya. Hitam berarti gelap, kita tidak bisa melihat apapun, karena itu hitam dimaknakan dengan istilah negatif. Tetapi menurut Blogger Indonesia, tidak demikian dengan kata hitam yang menempel pada ajang Djarum Black Innovation Awards (BIA).

Beragam Karya Inovasi Anak BangsaYa, BIA adalah sebuah ajang untuk memunculkan inovasi yang nantinya dapat merangsang masyarakat mengembangkan penemuan melalui desain alat inovatif yang berguna. Artinya menurut informasi yang diterima Blogger Indonesia bahwa BIA digelar untuk menjaring ideide kreatif anak bangsa. Kompetisi ini sendiri melombakan desain alat-alat yang merupakan hasil dari pengembangan ide kreatif sehingga memunculkan alat baru yang lebih kreatif, yang memungkinkan dipakai semua orang. Ajang ini sendiri dimulai sejak 2007. Dari segi kepesertaan, pada setiap ajang BIA digelar selalu diikuti banyak peserta.Karena itu, penyelenggara menentukan 50 finalis lewat hasil pengamatan para juri yang nantinya akan disaring menjadi 20 finalis untuk ditentukan pemenang.

Menurut Blogger Indonesia bahwa yang menjadi kata kunci dalam setiap ajang ini adalah inovasi. Diartikan sebagai sebuah proses dari hasil pengembangan atau pemanfaatan pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis), dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk. Bisa juga menciptakan sistem baru yang memberikan nilai berarti secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial). Kunci dari inovasi adalah amati, tiru, dan menambahi atau dalam bahasa Jawa, niteni, nirokke, nambahake (3N), sebagaimana rumus Ki Hajar Dewantoro. Inovasi adalah rentetan antara mengerti, menirukan, dan memberi nilai tambah. Berdasarkan situs resmi BIA, saat ini penjurian sudah memasuki tahap kedua. Artinya, para juri akan menentukan 20 karya terbaik dari 50 karya finalis yang lolos seleksi tahap pertama.

Pada penjurian tahap dua ini dihadiri ketujuh juri seperti Yoris Sebastian, Bre Redana, Ade Dharmawan, Leo Theosubrata, Agni Pratistha, Zinia, dan Emir Hakim. Ketujuh juri ini dituntut ketelitiannya dalam menilai karya yang masuk. BIA sudah memasuki tahun ke empat. Jadi menurut Blogger Indonesia bahwa keliatan banget secara visual baik dan juga semakin hatihati, ngejuriin-nya juga semakin susah karena kita tidak mau mengulang pencapaian sebelumnya, ujar Ade. Para juri menilai karya yang masuk kali ini semakin bagus dan layak diproduksi secara massal. Kendati begitu, masih ada sejumlah karya yang dinilai kurang variatif. Terkait peluang untuk diproduksi secara massal, faktor yang menjadi kendala adalah bagaimana pihak industri menerima karya-karya inovatif ini.

Menurut informasi yang diterima Blogger Indonesia bahwa setelah mengerucutkan 50 karya terbaik terpilih, proses selanjutnya adalah presentasi para kreator dari 20 finalis terpilih di hadapan juri dan tim mock up. Setelah ada penilaian tim mock up maka akan dicari empat karya terbaik. Para juri menjelaskan, untuk BIA 2010, seleksi untuk mendapatkan 20 finalis menjadi jauh lebih ketat. Setelah tiga tahun bergulir dan memasuki tahun ke empat, proses penyeleksian juga melibatkan konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (HKI) dan ini baru pertama kali dilakukan. Tugas tim HKI adalah memantau apakah dari ke- 50 karya dapat lolos seleksi HKI untuk kemudian dinilai dewan juri. Salah satu karya inovatif dalam ajang BIA 2010 ini adalah Block Game, permainan karya Dino Fitriza asal Bandung.

Permainan ini dapat dimainkan dua hingga empat orang, menurut pengamatan Blogger Indonesia. Cara memainkannya, setiap pemain dibekali uang awal 10 juta. Gerakan pemain ditentukan dari kocokan dadu yang dilakukan. Pemain dapat membeli block angka 1–100 yang ada pada papan permainan. Pemain lain yang masuk ke block yang telah dimiliki pemain lain akan membayar sejumlah uang kepada pemilik block. Pemenang permainan ditentukan dari pemain terakhir yang paling banyak memiliki uang tunai. Terdapat 100 bujur sangkar (block) pada game ini.

Sarana gamei ini terdiri dari bujur sangkar dengan matriks 10 x 10. Semakin besar angka block, harganya akan semakin mahal. Harga tertinggi adalah block 99. Pemain hanya dapat membeli block yang berwarna putih.Terdapat empat warna block perintah: merah, kuning, biru, dan hijau. Warna merah merupakan hukuman, biasanya denda atau membayar ke bank atau pemain lain. Sedangkan kuning merupakan perintah untuk pindah tempat ke blockyang lebih kecil angkanya dan pembalik arah gerakan ke bawah, menurut informasi yang didapat oleh Blogger Indonesia. Biru merupakan perintah untuk pindah tempat ke block yang lebih besar angkanya dan pembalik arah gerakan ke atas. Sedangkan hijau merupakan hadiah biasanya bank atau pemain lain akan memberikan sejumlah uang kepada pemain yang berada di kotak hijau. Harga block dapat dinaikkan dengan membentuk matriks block tertentu seperti 2x2, 3x3, 4x4, dan seterusnya.

Kendala Orisinalitas

Orisinalitas sering menjadi kendala sebagian besar masyarakat untuk berinovasi. Bisa jadi ide memang benar-benar murni datang dari kepala sendiri tanpa contoh dari orang lain. Tetapi, ketika ditelusuri produk serupa ternyata sudah diproduksi orang di tempat lain atau bahkan sudah ada di pasaran.

Ini karena masalah yang dihadapi semua orang adalah hampir mirip. Artinya, masalah yang dihadapi oleh orang di kota besar di Indonesia terkait sempitnya ruang misalnya, tentu hampir mirip dengan orang di kota-kota besar di Jepang yang memiliki masalah serupa. Sehingga menurut Blogger Indonesia, solusinya pun hampir serupa pula, yakni bagaimana menciptakan tempat tidur, lemari,dan meja yang menghemat ruangan dan bisa dipindah-pindahkan dengan mudah. Hal inilah yang menurut salah satu finalis BIA 2010 Husin Haryono, 32, sangat lazim ditemui. Untuk itu, memang harus pintarpintar memberikan nilai tambah terhadap karya yang dihasilkan hingga tidak asal dituduh plagiat.

Bisa jadi produk yang kita hasilkan memiliki fungsi yang sama dengan produk hasil karya orang lain namun kita harus memberikan nilai lain yang berbeda, ujar Husin yang sehari-harinya bekerja sebagai desainer interior dan eksterior di Semarang ini. Hasil karya Husin, yakni One Box 3 Fungsi (satu kotak tiga fungsi), adalah merupakan perpaduan antara lemari, tempat tidur, dan meja yang bisa dilipat jadi satu kotak. Secara fungsi menurut Blogger Indonesia bahwa ternyata sudah ada karya lain yang terdaftar di lembaga hak kekayaan intelektual (HKI). Namun, Husin beruntung karyanya memiliki nilai tambah lebih dibandingkan karya yang sudah terdaftar itu. Berbeda lagi dengan pengalaman Muhammad Ramadhan, 25, yang memiliki karya Pakayung.

Meskipun dia sempat melakukan riset kecil untuk mencari tahu apakah produk karyanya sudah pernah dibuat oleh orang lain, tetap saja dia khawatir jika memang ada maka dirinya akan dituduh sebagai plagiat. Untuk mendapatkan ide inovasi tidaklah sulit menurut Blogger Indonesia, kita hanya mencari jawaban atas masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari. Namun, yang sulit adalah bagaimana memastikan karya kita belum pernah ada yang buat, ungkapnya. Hal senada diungkapkan Arie Kurniawan, 23, yang memiliki karya Travelia, sebuah gantungan baju yang bisa dilipat dan bisa dibawa kemana pun, ketika bepergian. Namun, ketika dilakukan oleh penelusuran, ternyata ada produk serupa dengan karya Arie. Meski demikian, hal itu tidak membuat karyawan swasta di Surabaya ini patah arang.

Justru keyakinannya bertambah, ternyata produk yang dibuatnya dianggap penting oleh orang lain sehingga sudah ada orang yang membuatnya menurut Blogger Indonesia. Secara fungsi karya yang kita hasilkan bisa sama. Namun, secara desain dan nilai tambah lain, bisa kita tambahkan. Itulah yang membuat produk kita inovatif, tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar